Coretan Gak Jelas

Gue mau posting coretan gak jelas yang mungkin masih gak bagus.Hehehe,ok langsung aja ya!Cekidot :


Seperti biasa Alif bersantai di rumahnya di Jakarta.Eits,maksudnya disebuah pemukiman kumuh di Jakarta.Alif adalah seorang anak pemulung yang tinggal di Jakarta,seperti biasa setelah sepulang sekolah Alif memulung ditempat sampah dekat rumahnya.Alif adalah anak kelas 6 yang sekolah di sekolah yang dibangun sukarela olah pemerintah untuk anak-anak pemulung disitu.Tapi hari ini berbeda karena entah kenapa ayah Alif memanggil Alif dengan sangat kegirangan sambil membawa selembar kertas,”Alif cepat kesini!”.”Ada apa ayah?” tanya Alif dengan nafas tersengal-sengal.”Baca ini!” kata ayah sambil memberikan kertas tadi kepada Alif.Alif membacanya:

Pak,mengingat prestasi Alif yang sangat bagus,kami mengirim surat ke Menteri Pendidikan untuk memberikan Alif beasiswa dan disetujui oleh mereka.Jadi,tolong besok pagi bapak datang  ke sekolah untuk bertemu Menteri Pendidikan agar  menerima beasiswa.


                                                                                                                                          Kepala Sekolah

Alif sampai bersujud syukur karena diberikan karunia yang sangat besar.”Kamu tidak usah kerja hari ini supaya besok bisa terlihat segar!” kata ayah.”Baik jenderal!” kata Alif dengan semangat.

Keesokan harinya…

“Alif,cepat bangun nanti terlambat!” kata ayah membangunkan Alif.Dengan masih sedikit kantuk,Alif berangkat bersama ayahnya ke sekolahnya.Pada saat sudah sampai Menteri Pendidikan menyambut Alif dan ayahnya dengan ramah,mereka berbincang-bincang tentang prestasi dan latar belakang Alif.Dan akhirnya,”Pak,mulai besok Alif bisa bersekolah dan seluruh biayanya kami yang tanggung”.”Terima kasih banyak pak!” kata ayah Alif.”Sama-sama.” Jawab Menteri Pendidikan dengan ramah.Akhirnya Alif dan ayahnya pamit dan pulang dengan perasaan gembira.

Keesokan harinya…

Alif pergi kesekolahnya yang baru.Ia takjub melihat sekolahnya yang sangat besar,memiliki 1 lapangan basket ditengahnya dan sekaligus digunakan untuk upacara serta bersebelahan dengan lapangan bola.”Hei,kamu anak baru itu ya?”tanya seorang anak yang bertubuh besar tapi tidak terlalu gendut.”Ya,namaku Alif.Siapa namu?” kata Alif.”Nama aku Memet,kita ke kelas yuk!Kamu kelas 6 B kan?”Alif mengangguk dan anak tersebut menggandeng Alif ke kelasnya.”Hei semuanya,ini Alif.Anak pindahan yang pintar itu.”kata Memet membuat murid-murid yang tadinya langsung sunyi senyap.Satu-persatu murid bersalaman dan memperkenalkan diri kepada Alif.”Nanti sore aku kerumahmu ya!” kata salah seorang murid. ”aku ikut ya!” kata murid yang lain.Alif mengangguk dan memberikan alamat rumahnya kepada temannya.

Sore hari kemudian…

“Alif,ada teman-temanmu didepan!” kata ayah Alif memanggil Alif yang sedang membaca.Alif kedepan dan mempersilahkan teman-temannya masuk.”Alif,perkenalkan namaku Rizki,disebelahku Budi dan yang paling ujung pasti sudah kenalkan?” kata salah satu anak yang bertubuh kurang lebih sama dengan Alif,Alif mengangguk.”Alif,ini minuman untuk teman-temanmu.Silahkan diminum.” kata ibu Alif ramah.”Terima kasih,bu.” Jawab Rizki,Budi dan Memet bersamaan.Ibu Alif tersenyum,”Jadi,kalian ngapain kesini?” tanya Alif memulai pembicaraan.”Kami Cuma mau kenalan lebih dekat sama kamu.” Kata Rizki yang sepertinya adalah anak yang paling berani bicara dibanding Memet dan Budi.Setelah mereka berbincang-bincang cukup lama kira-kira seribu tahun(mati kali ya kalau seribu tahun!),akhirnya Alif tahu bahwa Rizki adalah anak seorang saudagar yang punya rumah dekat rumah Alif walaupun pasti lebih besar dan megah dari rumah Alif.Budi adalah seorang anak guru yang juga mengajar disekolah mereka sedangkan Memet adalah anak yatim piatu yang tinggal dipanti asuhan milik ayah Rizki.Dan mereka pada awalnya terkejut saat melihat rumah Alif dan tau kalau dia itu anak pemulung,tapi mereka tetap berteman dengan Alif.”Sudah sore nih,kami pulang dulu ya.” kata Rizki.”Baiklah.” kata Alif sekaligus kedepan membukakan pintu.”Nanti besok ketemu disekolah,ya!” kata Alif sambil melambaikan tangan kepada Budi,Rizki,dan Memet.Mereka tersenyum dan membalas lambaian tangan Alif.Dalam hati Alif senang sekali mendapat 3 teman baru dan tidak sabar ingin bertemu dengan mereka besok disekolah.

Tamat



Kalau masih belum bagus,silahkan tinggalkan kritik dan saran dikotak komentar.:D

2 komentar:

Award

Blogger Energy
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Follow by Email

Yang Mau Kontak-Kontakan

Nama

Email *

Pesan *