Review - Pendekar Rajawali Muda (Donatus A. Nugroho)

Judul Buku : Pendekar Rajawali Muda
Penerbit : Universal Nikko
Penulis : Donatus A. Nugroho
Tahun Terbit : Februari 2012 (Cetakan Pertama
Kota Terbit : Jakarta
Halaman : iv + 176
ISBN : 978-602-9458-14-5
  
Sinopsis :
Jurus yang aneh, batin Tirta Yudha. Tak ada pilihan lain, kecuali menyiapkan jurus bertahan. Kalau perlu, raksasa ini harus dibuat mencium tanah! Begitu tekad Tirta Yudha.

Serangan telah datang. Dua pukulan tinju merangsek Tirta Yudha. 

Ciiiaaaaat ...! 

Tirta Yudha melenting ke udara menghindari serangan itu. Dia sangat terkejut ketika tiba-tiba saja orang itu telah menyusulnya berjumpalitan di udara. Tanpa menyentuh tanah, kembali pukulan mereka beradu.

Buuummm ...!
Antara ada dan tiada, di mana batasnya 
hidup dan mati adalah cerita 
buat apa menumpuk duka
buat apa menimbun luka 
hari-hari menunggu keutamaan ...
hari-hari menunggu keutamaan ... 
hari-hari harus berarti
tinggalkan segala yang percuma ... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Review
Genrenya aku suka, kisah pendekar dalam negeri, tentang sejarah juga. Sayangnya, menurutku Tirta Yudha alias Rajawali Muda ini terlalu 'hebat', semua lawan bisa dihadapinya. Pertarungan sengit paling cuma dihadapi saat melawan sang guru, itupun akhirnya seri. Pertarungan lainnya selalu dimenangi Tirta Yudha, jadinya kurang greget perkelahiannya. Tapi, dibalik sifat Tirta Yudha yang pemberani, cerdik, dan sopan, kemampuannya menggaet wanita dan menebar janji palsu agaknya jadi sedikit noda, membuatnya tidak sempurna, lumayan membuat lega. Andai Tirta Yudha dibuat menjadi orang yang setia pada satu wanita, habislah sudah, tokoh yang sempurna, ceritanya jadi sama sekali tidak menarik. Sifatnya yang 'mata keranjang' menutupi 'kehebatan'nya, itu yang membuat cerita (masih) seru. Selain itu Pendekar Bertopeng juga dari awal sudah kutebak pasti sang guru, entah kenapa kecerdikan Tirta Yudha menurutku seharusnya cukup untuk tau Pendekar Bertopeng itu gurunya setelah beberapa kali pertemuan. Masa lalu Tirta Yudha juga lumayan mengejutkan menurutku, tak kusangka ternyata sekelam itu masa lalunya, dam darah yang mengalir di tubuhnya ternyata ... silahkan baca sendiri :P

Tapi, aku masih penasaran dengan kelanjutan Tirta Yudha sehabis berhasil bersama Gajah Mada. Siapa wanita yang akhirnya jadi pendamping hidupnya, ataukah dia akan menjadi bujang lapuk? Bagaimana kisah akhir hidupnya, akankah dia mati dengan sendirinya, atau dia dibunuh, atau bagaimana? Dan, bagaimana nasib perempuan yang ditinggalkannya? Ah, sepertinya itu memang harus aku jawab sendiri :D

Oh iya, halaman 93-116 tercetak dua kali, akibatnya sehabis halaman 116 langsung loncat ke halaman 141. Jadi, ada sepenggal cerita yang aku masih belum terbacaku, walaupun aku sudah meraba-raba penggalannya.

Untuk lainnya sih keren, kesalahan ketik cuma sekali, tapi itu di luar halaman 117-140 karena tidak ada di buku yang kubaca.

Dengan kekerenan berbagai jurus rajawali dan kombinasi dari Tirta Yudha dibaluk kepiwaiannya merebut hati wanita, ditambah setting yang membuatku serasa masuk dalam sejarah, walau 'kehebatan' Tirta Yudha di luar batas menurutku, aku beri,

RATING 3.5/5 

Quote :
"Di manapun kita bisa belajar. Bumi menyimpan ilmu, langit menyimpan jurus-jurus sakti." - Tirta Yudha (Hal. 28)
Cinta memang aneh. Dia mampu menikam melebihi ujung pedang yang paling runcing. Membelah hati dan menimbulkan nyeri yang asing. Dia menyerang siapa saja yang dikehendakinya tanpa pilih. Dia hadil lebih cepat dari gerakan paling terlatih sekalipun. (Hal. 60)
"... Biar saja dunia buta asal-usulmu! Biar saja orang tidak mengerti, anak keturunan siapa, engkau ini! ..." - Gajah Mada (Hal. 173)

2 Komentar

Wih kayanya keren nih..
Harus didukung nih karya anak bangsa, harus banyak yg baca

Kalok buku salah cetak gitu, kamu ngga mau minta ganti ke penerbitnya? Biasanya mereka mau loh gantiin sama yang baru dengan gratis :D

IBX59EADF1D9DDBB

Award

Blogger Energy
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Follow by Email

Yang Mau Kontak-Kontakan

Nama

Email *

Pesan *