Laporan Kimia : Penggaraman



KATA PENGANTAR

 

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan penggaraman yang kami sajikan dalam bentuk makalah.
Adapun laporan penggaraman ini, telah kami usahakan semaksimal mungkin untuk menghasilkan yang terbaik. Tidak lupa kami sampai terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
Akhirnya, semoga laporan ini bisa berguna bagi kita semua.

Marabahan, 07 April 2015




Kelompok 3






                                                                                   
                                                                                   

DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………………………………………….        i
Daftar Isi………………………………………………………………………………        ii
BAB I : PENDAHULUAN
A.    Pendahuluan…………………………………………………………………..       1
B.     Tujuan…………………………………………………………………………       1

BAB II : LANDASAN TEORI
A.    Reaksi Asam Basa……………………………………………………………..       2
B.     Reaksi Oksida Basa dengan Asam……………………………………………      2
C.    Reaksi Oksida Asam dengan Basa……………………………………………      2
D.    Reaksi Logam dengan Asam…………………………………………………..     3
E.     Reaksi antara Dua Jenis Garam……………………………………………....     3
F.     Reaksi Suatu Larutan Garam dengan Suatu Larutan Basa…………………    3
G.    Reaksi Suatu Larutan Garam dengan Suatu Larutan Asam………………...    4
BAB III : METODELOGI PENELITIAN
A.    Alat dan Bahan…………………………………………………………………     5
B.     Cara Kerja………………………………………………………………………    5
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan……………………………………………………………….    6
B.     Pembahasan……………………………………………………………………...   7
BAB V : KESIMPULAN………………………………………………………………...  9
Daftar Pustaka……………………………………………………………………………  10



 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.     Pendahuluan
Penggaraman adalah reaksi kimia yang menghasilkan garam. Setiap reaksi kimia pasti menghasilkan unsur lain yang berbeda. Di sini, akan ditunjukkan bagaimana reaksi penggaraman terjadi dan unsur apa saja yang akan dihasilkan.

B.     Tujuan
Tujuannya adalah mengenali reaksi penggaraman yang terjadi dan zat yang dihasilkan.



BAB II
LANDASAN TEORI
1.    Reaksi asam basa
Reaksi asam dengan basa menghasilkan garam dan air. Reaksi ini disebut reaksi penetralan atau reaksi penggaraman.
Asam   +   Basa Garam  +  Air
Garam adalah senyawa ion yang terbentuk dari ion positif basa dengan ion negatif sisa asam. Perhatikanlah contoh-contoh berikut.
Contoh:
Reaksi antara larutan natrium hidroksida dengan larutan asam sulfat.
Persamaan setara untuk reaksi ini:
2NaOH(aq) + H2SO4(aq) Na2SO4(aq) + 2H2O(l)
Karena NaOH, H2SO4 dan Na2SO4 tergolong elektrolit kuat, maka zat-zat ini dapat ditulis sebagai ion-ion yang terpisah. Persamaan ion lengkapnya:
2Na+(aq) + 2OH-(aq) + 2H+(aq) + SO42-(aq2Na+(aq) + SO42-(aq) + 2H2O(l)
Persamaan ion bersih:
2OH- + 2H+(aq)2H2O(l) (semua koefisien dibagi dua)

2.    Reaksi oksida basa dengan asam
Oksida basa adalah oksida logam yang dengan air membentuk basa dan dengan asam membentuk garam dan air. Oksida logam yang larut dalam air membentuk basa hanya oksida dari logam golongan alkali dan alkali tanah (kecuali oksida dari berilium tidak larut dalam air).
Oksida Basa  +  Asam Garam  +  Air
Contoh:
a.      Kalsium oksida larut dalam air membentuk kalsium hidroksida:
CaO(s) + H2O(l) Ca(OH)2(aq)

b.      Reaksi kalsium oksida dengan asam klorida encer
Persamaan reaksinya:
CaO(s) + 2HCI(aq) CaCl2(aq) + H2O(l)
HCI dan CaCI2 tergolong elektrolit kuat sehingga ditulis sebagai ion ion yang terpisah. Persamaan ion lengkapnya:
CaO(s) + 2H+(aq) + 2Cl-(aq) Ca2+(aq) + 2Cl-(aq) + H2O(l)
Persamaan ion bersih:
CaO(s) + 2H+(aq) Ca2+(aq) + H2O(l)

3.    Reaksi oksida asam dengan basa
Oksida asam adalah oksida unsur nonlogam yang dengan air membentuk asam dan dengan basa membentuk garam dan air.
Oksida Asam  +  Asam Garam +  Air
Contoh:
CO2(g) + Ca(OH)2(aq) CaCO3(s) + H2O(l)
Persamaan ion lengkap:
CO2(g) + Ca2+(aq) + 2OHCaCO3(s) + H2O(l)



Beberapa oksida asam dengan pasangan asam yang sesuai diberikan tabel :
No
Oksida Asam
Rumus Asam
1
SO3
H2SO4
2
N2O5
HNO3
3
P2O3
H3PO3
4
P2O5
H3PO4
5
Cl2O7
HClO4

4.    Reaksi Iogam dengan asam
Hampir semua logam larut dalam asam kuat (HCI atau H2SO4) membentuk garam dan gas hidrogen. Logam yang tidak larut dalam asam kuat encer yaitu Cu, Hg, Ag, Pt, dan Au. Reaksi logam dengan asam merupakan reaksi redoks. Pada reaksi ini logam teroksidasi membentuk ion logam dengan tingkat oksidasi terendah, sedangkan ion H+ mengalami reduksi membentuk gas hidrogen. Logam yang lebih reaktif dapat mendesak logam yang kurang reaktif dari larutannya. Urutan kereaktifan dari beberapa logam adalah sebagai berikut:
Li–K–Ba–Ca–Na–Mg–AI–Zn–Cr–Fe–Ni–Sn–Pb–(H)–Cu–Hg–Ag–Pt–Au
Contoh:
Reaksi logam seng dengan larutan tembaga (II) sulfat.
Zn akan teroksidasi menjadi Zn2+ yang selanjutnya bergabung dengan ion SO42- membentuk larutan ZnSO4, sedangkan ion Cu2+  tereduksi menjadi logam Cu.
Persamaan reaksi:
Zn(s) + CuSO4(aq) ZnSO4(aq) + Cu(s)
CuSO4 dan ZnSO4 tergolong elektrolit kuat.
Persamaan ion lengkap:
Zn(s) + Cu2+(aq) + SO42-(aq) Zn2+(aq) + SO42-(aq) + Cu(s)
Persamaan ion bersih:
Zn(s) + Cu2+(aq) Zn2+(aq) + Cu(s)

5.    Reaksi antara dua jenis garam
Garam 1  +  Garam 2   Garam 3 + Garam 4
Garam 3 dan (atau) garam 4 sukar larut dalam air.
Contoh:
Reaksi larutan timbal(II)nitrat, Pb(NO3)2, dengan larutan kalium iodida, KI, membentuk endapan timbal(II)iodida, PbI2.
Persamaan reaksi :
Pb(NO3)2(aq) + 2KI(aq) → PbI2(s) + 2KNO3(aq)
Persamaan ion lengkapnya :
Pb2+(aq) + 2NO3-(aq) + 2K+(aq) + 2I-(aq) → PbI2(s) + 2K+(aq) + 2NO3-(aq)
Persamaan Ion Bersih :
Pb2+(aq) + 2I-(aq) → PbI2(s)

6.    Reaksi suatu larutan garam dengan suatu larutan basa
Garam 1 + Basa 1 Garam 2 + Basa 2
Garam 2 dan (atau) basa 2 sukar larut daIam air
Contoh:
Reaksi larutan tembaga(II)sulfat dengan larutan kalsium hidroksida membentuk endapan tembaga(II)hidroksida dan larutan kalsium sulfat (jika konsentrasi larutan yang direaksikan cukup pekat, maka kalsium sulfat yang terbentuk akan mengendap).
Persamaan reaksi:
CuSO4(aq) + Ca(OH)2(aq) → Cu(OH)2(s) + CaSO4(aq)
Persamaan ion lengkap:
Cu2+(aq) + SO42-(aq) + Ca2+(aq) + 2OH-(aq) + Cu(OH)2(s) + Ca2+(aq) + SO42-(aq)
Persamaan ion bersih:
Cu2+(aq) + 2OH(aq) Cu(OH)2(s)

7.    Reaksi suatu larutan garam dengan suatu larutan asam
Garam 1 + Asam 1 Garam 2 + Asam 2
Garam 2 sukar larut dalam air.
Contoh:
Reaksi larutan perak nitrat dengan larutan asam klorida, membentuk endapan perak klorida.
AgNO3(aq) + HCI(aq) AgCI(s) + HNO3(aq)
Persamaan ion lengkap:
Ag+(aq) + NO3-(aq) + H+(aq) + Cl-(aq) → AgCl(s) + H+(aq) + NO3-(aq)
Persamaan ion bersih :
Ag+(aq) + Cl-(aq) → AgCl(s)



BAB III

METODELOGI PERCOBAAN


A.    Alat dan Bahan
a.       Alat
·         Tabung reaksi
·         Rak tabung reaksi

b.      Bahan
·         Padatan Kalsium Karbonat (CaCO3)
·         Asam Klorida (HCl) 0,1 M
·         Logam Magnesium (Mg)
·         Larutan Natrium Hidroksida (NaOH) 0,1 M
·         Larutan Timbal Nitrat (Pb(NO3)2)
·         Larutan Kalium Iodida (KI)
·         Logam Seng (Zn)
·         Larutan Tembaga Sulfat (CuSO4)

B.     Cara Kerja
a.       Kalsium Karbonat dan Asam Klorida (CaCO3 + HCl)
-          Masukkan HCl ke dalam tabung reaksi
-          Masukkan CaCO3 ke dalam tabung yang berisi larutan HCl
-          Amati perubahan yang terjadi
b.      Magnesium dan Asam Klorida (Mg + HCl)
-          Masukkan sedikit Mg ke dalam tabung reaksi
-          Masukkan larutan HCl ke dalam tabung yang berisi Mg
-          Amati perubahan yang terjadi
c.       Natrium Hidroksida dan Asam Klorida (NaOH + HCl)
-           Masukkan NaOH ke dalam tabung reaksi
-           Masukkan HCl ke dalam tabung yang berisi NaOH
-           Amati perubahan yang terjadi
d.      Timbal Nitrat dan Kalium Iodida (Pb(NO3)2 + KI)
-            Masukkan Pb(NO3)2 ke dalam tabung reaksi
-            Masukkan KI ke dalam tabung yang berisi Pb(NO3)2
-            Amati perubahan yang tejadi
e.       Seng dan Tembaga Sulfat (Zn + CuSO4)
-          Masukkan Zn ke dalam tabung reaksi
-          Masukkan CuSO4 ke dalam tabung reaksi yang berisi Zn
-          Amati perubahan yang terjadi



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Pengamatan

No.
Reaksi
Pengamatan
1.
CaCO3(s) + HCl(aq) → CaCl2(aq) + H­2CO3(aq) (H2CO3 ­terurai menjadi H2O dan CO2)
Persamaan ion lengkapnya :
CaCO3(s) + H+(aq) + Cl-(aq) → Ca2+(aq) + 2Cl-(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Persamaan Ion Bersih :
CaCO3(s) + H+(aq) → Ca2+(aq) + Cl-(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Padatan kalsium karbonat (CaCO­3) yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi asam klorida (HCl) menghasilkan gelembung gas dan larutan asam klorida yang awalnya putih agak bening menjadi semakin bening.
2.
Mg(s) + HCl(aq) → MgCl2(aq) + H­2(g)
Persamaan ion lengkapnya :
Mg(s) + H+(aq) + Cl-(aq) → Mg2+(aq) + 2Cl-(aq) + H­2(g)
Persamaan Ion Bersih :
Mg(s) + H+(aq) → Mg2+(aq) + Cl-(aq) + H­2(g)
Logam magnesium (Mg) setelah dimasukkan asam klorida (HCl), tabung reaksi ditutup dengan tangan dan saat dibuka tidak terjadi letupan dan larutan yang awalnya putih agak bening menjadi semakin bening dan tabung setelah reaksi terasa hangat,
3.
NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)
Persamaan ion lengkapnya :
Na+(aq) + OH-(aq) + H+(aq) + Cl-(aq) → Na+(aq) + Cl-(aq) + H2O(l)
Persamaan Ion Bersih :
OH-(aq) + H+(aq)   H2O(l)
Setelah larutan natrium hidroksida(NaOH) dan asam klorida (HCl) dicampur, tabung terasa hangat.
4.
Pb(NO3)2(aq) + 2KI(aq) → PbI2(s) + 2KNO3(aq)
Persamaan ion lengkapnya :
Pb2+(aq) + 2NO3-(aq) + 2K+(aq) + 2I-(aq) → PbI2(s) + 2K+(aq) + 2NO3-(aq)
Persamaan Ion Bersih :
Pb2+(aq) + 2I-(aq) → PbI2(s)
Setelah timbal nitrat (Pb(NO3)2) dan kalium iodida (KI) dicampur, timbul endapan putih dan warna yang awalnya putih agak being berubah menjadi bening, suhu menjadi agak hangat di tabung.
5.
Zn(s) + CuSO4(aq) → Cu(s) + ZnSO4(aq)
Persamaan ion lengkapnya :
Zn(s) + Cu2+(aq) + SO42-(aq) → Cu(s) + Zn2+(aq) + SO42-(aq)
Persamaan Ion Bersih :
Zn(s) + Cu2+(aq) → Cu(s) + Zn2+(aq)
Setelah seng (Zn) yang berwarna silver dan tembaga sulfat (CuSO4) yang berwarna biru dicampur, warna seng berubah menjadi jingga.




B.     Pembahasan
1.     CaCO3(s) + HCl(aq) → CaCl2(aq) + H­2CO3(aq) (Oksida Basa + Asam → Garam + Air)
Pada reaksi ini, setelah padatan atau oksida basa kalsium karbonat (CaCO­3) dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi asam klorida (HCl), dihasilkan gelembung gas yang merupakan gas karbon dioksida (CO2) dan larutan asam klorida yang awalnya putih agak bening menjadi semakin bening karena larutan berubah menjadi kalsium klorida (CaCl2) dan air (H2O). Larutan hidrogen karbonat (H2CO3) terurai menjadi CO2 dan H2O. Persamaan ion lengkapnya adalah :
CaCO3(s) + H+(aq) + Cl-(aq) → Ca2+(aq) + 2Cl-(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Persamaan Ion Bersihnya menjadi :
CaCO3(s) + H+(aq) → Ca2+(aq) + Cl-(aq) + H2O(l) + CO2(g)

2.     Mg(s) + HCl(aq) → MgCl2(aq) + H­2(g) (Logam + Asam → Garam + Gas Hidrogen)
Pada reaksi ini, setelah logam magnesium (Mg) dimasukkan asam klorida (HCl), tabung reaksi ditutup dengan tangan dan saat dibuka tidak terjadi letupan dan larutan yang awalnya putih agak bening menjadi semakin bening dan suhu tabung setelah reaksi terasa hangat, Seharusnya, terjadi sedikit letupan yang berbunyi saat tangan dibuka karena reaksi ini menghasil gas hidrogen (H2), tapi mungkin saat praktikum tangan tidak menutup tabung secara sempurna sehingga tidak ada letupan. Selain letupan juga dihasil larutan garam magnesium klorida (MgCl­2) yang bisa dilihat dari perubahan warna dari yang putih agak bening menjadi bening. Reaksi ini tergolong eksoterm karena tabung terasa hangat saat reaksi. Persamaan ion lengkapnya adalah :
Mg(s) + H+(aq) + Cl-(aq) → Mg2+(aq) + 2Cl-(aq) + H­2(g)
Persamaan ion bersihnya menjadi :
Mg(s) + H+(aq) → Mg2+(aq) + Cl-(aq) + H­2(g)

3.     NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H2O(l) (Asam Kuat + Basa Kuat → Garam + Air)
Pada reaksi ini, setelah larutan basa kuat natrium hidroksida (NaOH) dan asam kuat, asam klorida (HCl)  dicampur, tabung terasa hangat. Walaupun tidak terlihat perubahan, sebenarnya reaksi ini menghasilkan larutan garam natrium klorida (NaCl) yang bersifat netral dan air (H2O). Reaksi ini juga tergolong eksoterm karena tabung terasa hangat. Persamaan ion lengkapnya :
Na+(aq) + OH-(aq) + H+(aq) + Cl-(aq) → Na+(aq) + Cl-(aq) + H2O(l)
Persamaan ion bersihnya menjadi :
OH-(aq) + H+(aq)   H2O(l)

4.     Pb(NO3)2(aq) + 2KI(aq) → PbI2(s) + 2KNO3(aq) (Garam 1 + Garam 2 → Garam 3 + Garam 4)
Pada reaksi ini, setelah larutan garam timbal nitrat (Pb(NO3)2) dan larutan garam kalium iodida (KI) dicampur, timbul endapan putih dan warna yang awalnya putih agak bening berubah menjadi bening, suhu menjadi agak hangat d i tabung. Endapan putih terjadi karena reaksi ini menghasilkan garam timbal (II) iodida yang sukar larut (PbI2) dan perubahan warna terjadi karena menghasilkan garam kalium nitrat (KNO3) yang larut. Persamaan ion lengkapnya :
Pb2+(aq) + 2NO3-(aq) + 2K+(aq) + 2I-(aq) → PbI2(s) + 2K+(aq) + 2NO3-(aq)
Persamaan ion bersihnya menjadi :
Pb2+(aq) + 2I-(aq) → PbI2(s)

5.     Zn(s) + CuSO4(aq) → Cu(s) + ZnSO4(aq) (Logam 1 + Garam 1 → Logam 2 + Garam 2)
Pada reaksi ini, Setelah logam seng (Zn) yang berwarna silver dan larutan garam tembaga sulfat (CuSO4) yang berwarna biru dicampur, warna seng berubah menjadi jingga. Perubahan warna seng terjadi karena reaksi ini menghasilkan logam tembaga (Cu) dan walaupun tidak terlihat perubahan, sebenarnya reaksi ini juga menghasilkan larutan garam seng sulfat (ZnSO4). Persamaan ion lengkapnya :
Zn(s) + Cu2+(aq) + SO42-(aq) → Cu(s) + Zn2+(aq) + SO42-(aq)
Persamaan ion bersihnya menjadi :
Zn(s) + Cu2+(aq) → Cu(s) + Zn2+(aq)


BAB V
KESIMPULAN

Dari hasil percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa :
·         Reaksi Oksida Basa dengan Asam akan menghasilkan Garam dan Air dan eksoterm
·         Reaksi Logam dengan Asam akan menghasilkan Garam dan Gas Hidrogen dan eksoterm
·         Reaksi Asam Kuat dengan Basa Kuat akan menghasilkan Garam netral dan Air
·         Reaksi Garam dengan Garam lain akan menghasilkan dua garam yang lain dan salah satunya sukar larut.
·         Reaksi Logam dengan Garam akan menghasilkan Logam dan Garam yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Harnanto, Ari dan Ruminten, 2009. Kimia 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

0 Komentar:

Posting Komentar

Award

Blogger Energy
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Follow by Email

Yang Mau Kontak-Kontakan

Nama

Email *

Pesan *