Aku Ingin Dia

http://us.images.detik.com/content/2012/05/08/854/093032_wedding1.jpg"Tunggu, Pris," kugenggam tangannya erat sebelum dia menjauh.

"Lepaskan," dia mencoba melepaskan genggamanku, namun genggamanku lebih kuat.

Kubalik badannya, kami kembali berhadapan, "Apa salahku?" tanyaku sambil menatap lekat matanya.

Prisca menjauhkan pandangan, ia tidak sanggup menerima serangan mataku, "Tidak ada," jawabnya sambil berpaling.

"Jadi kenapa harus begini?" aku melontarkan lagi pertanyaan, "KENAPA?" suaraku nyaring, tapi hujan melenyapkannya. Prisca masih berpaling, tangannya mengepal kuat.

"Dulu saja kau tidak memberitahuku kenapa menjadi begitu," kali ini Prisca menatap, bahkan menusuk, pertahananku tidak siap, mataku kalah, "saat kutanya alasannya dulu, kau bilang tidak perlu alasan untuk jatuh cinta," dia berjalan mendekatiku, aku berjalan mundur menjauhinya, "dan sekarang," aku tidak bisa mundur lagi, kolam di taman ini menghentikan langkahku, jarak aku dan Prisca tidak lebih dari jarak hati kami, setidaknya sesaat sebelum ini, "sekarang kau meminta alasanku," dia menunjukku, "alasanku adalah," dia mendorongku ke kolam, aku terjatuh, "tidak perlu alasan untuk berhenti mencinta, Tuhan sudah menakdirkan kita begini," dia meninggalkanku yang tidak bisa berenang sendirian di tengah kolam taman ditemani hujan.

Tinggi kolam sekitar tiga meter, bentuk bundarnya menyusahkanku berpegangan, ditambah derasnya hujan, aku pasrah kali ini, "Kalau kematian menghampiriku,tolong jaga Prisca, Tuhan," kataku dalam hati. Setelah itu, aku hanya berdiam, kubiarkan air mulai memasuki tubuhku, kubiarkan sedikit demi sedikit oksigen di paru-paruku habis. Sampai, semuanya gelap. Gelapnya cuma beberapa saat, tetiba air serasa mendidih, sangat panas, dan ada tangan yang terjulur kepadaku, aku menggapainya, ia menarikku ke atas. Dan akhirnya, aku sampai di atas.

Hujan telah berhenti, hari menjadi sangat panas, aku lihat orang yang menolongku, dia merah, lekas-lekas aku melepas tanganku karena tangannya sangat panas, "Untung aku cepat datang," katanya.

"Si..."

"Ah, aku lupa memperkenalkan diri," dia menjulurkan tangannya lagi, "aku tidak punya banyak waktu, aku cuma memberitahu nama yang kalian pahami, aku setan."

Mataku terbelalak, "A, a, apa kau bilang?" aku tergagap, "Se, se, setan?"

"Ya," katanya santai, "aku bisa mengabulkan permohonanmu," dia mendekatiku, "kau ingin Prisca kan?"

"Darimana kau tau?" tanyaku bingung.

"Apa yang aku tidak tau dari semua orang di dunia?" kata setan angkuh, "Jadi, bagaimana kalau kita bekerjasama?"

"Apa yang kudapat?"

"Kau dapat Prisca," katanya menunjukku, "dan aku," dia menunjuk dirinya sendiri, "akan mendapatkanmu," dia menunjukku lagi.

"Aku masih belum paham,"

"Nyawa dibayar nyawa," kata setan itu, "kau akan mendapatkan Prisca, tapi tepat saat hari pernikahan, aku akan membawamu," lanjutnya, "bagaimana?"

Aku berpikir sesaat, entah kenapa rasanya tidak ada pilihan lain, "Kau sudah menyelamatkan hidupku," tetiba kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutku, kugapai juluran tangannya, kami bersalaman, "aku terima."

13 komentar:

  1. Wah bner-bner nekat harus sampai membuat perjanjian dengan setan

    BalasHapus
  2. Huftt.. kenapa ceritanya jadi sad ending begini? :(

    Make bikin perjanjian sama setan segala lagi. Enah kenapa, gue nggak habis fikir, gimana ya ngebayanginnya.

    Cerita lu ini keren banget. Gue nggak bisa nebak endingnya gimana. Gue kira endingnya bakal lebih happy gitu. Kayak cerita mainstream kebanyakan. Eh, gataunya beda. :D

    BalasHapus
  3. wih...... benar-benar unik.
    demi prisca, sampai bikin deal sama setan...
    kehilangan seseorang bisa membuat kita menjadi kehilangan akal. sampai-sampai setan aja di ajakin deal... coba perjanjiannya ditulis diatas materai :")

    BalasHapus
  4. Eh ini sambungan yang kemarin ya? Kayaknya aku diwaro deh soalnya tanya kenapa kok bisa ada perjanjian dengan setan

    Sedih sih tapi gimana lagi cinta itu buta dan cinta butuh pengorbanan. Sayang si cowoknya nggak bisa menikmati malam pertama dengan si prisca

    BalasHapus
  5. Makin demen sama nih anak, ceritanya makin bagus aja. Hikz.

    BalasHapus
  6. haha, berawal dari cinta sampai deal dengan setan segala nih hehe. tapi keren sih cerita lo, endingnya nggak bisa gue tebak, ternyata si tokoh aku nya bisa bikin janji dengan setan. tapi sama aja sih, ntar juga pasti sad ending yaa, soalnya ketika mereka nikah kan dia diambil nyawanya. kecuali sih kalo lo bikin lanjutannya dan alurnya dibelokin lagi hehe

    BalasHapus
  7. Ceritanya dramatis nih, berawal dari cekcok dengen seorang cewe yang disayanginya, terus akhirnya cowonya terjatuh ke kolam, dan gk bisa berenang, bahkan dia udah rela mati. tapi kenapa jadi di percintaan ada perjanjian sama setan ya. jadinya agak mistis.

    tapi gue suka nih sama alur ceritanya, unik, jarang-jarang ada cerita percintaan yang dikaitkan-kaitkan dengan perjanjian setan. ini tar ada lanjutannya lagi kan ?

    BalasHapus
  8. adegan cinta yang make perjanjian dengan syeitan?
    ngucap men ngucap... kata pak ustadz itu haram.
    Mending pas pacaran buat perjanjian sama pak ustadz, gimna?

    BalasHapus
  9. percuma dong kalo perjanjiannya kaya gtu. kalo udah nikah sma cwe'a harus mati.
    tapi keren deh mas ceritanya (y)

    BalasHapus
  10. cinta itu ribet ya,di cerita ini juga demi mendapatkan priska si aku deal menyetujui perjanjian si setan :)

    BalasHapus
  11. waduh gimandosee kalau nikah malah meninggal
    kesiyan yang cewek lah ya.. :)

    BalasHapus
  12. Ya uda ngga usah nikah aja lah.. Tinggal bareng selamanya.. :P

    BalasHapus
  13. Bidihhh ngalamat thriller campur horornih cerpen pake janji janji segala sama setan. Tapi, kalo aku jadi kamu, aku gentayangin aja prisca. Lha masa seenak jidat jeburin dj kolam 3 meter mana dj kolam. Dia khan jahat, tak punya hati tak pantas untuk dicintai. Halah...ya gitu pokoknya

    BalasHapus

Award

Blogger Energy
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Follow by Email

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *