#TiketNgabuburit Buat Ayah ke Ibunya

Ini di Banjar, Pengen deh Ngerasain di Jawa :')
Hidup hanya sekali, kalau bulan Ramadhan setahun sekali. Walaupun setahun sekali, tidak ada jaminan kita bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan. Nah, itu sebabnya kita harus bisa memanfaatkan Ramadhan tiap tahunnya dengan sangat baik.

Aku anak BaJa, alias Banjar-Jawa. Ayahku perantauan Jawa yang bertemu ibuku di Banjar. Kalau berpuasa bahkan berhari raya di Banjar, tiap tahun aku lakukan. Ke rumah nenek, ibu dari ibuku, sudah sering.

Tapi, kalau ke tempat ibunya ayahku, nenek di Jawa, jarang… sekali. Terakhir kali aku ke sana itu pas kelas 4 SD. Lah, sekarang aku sudah kelas 3 SMA, bisa hitung kan berapa lama aku gak ke situ. Dan ayahku juga tidak bertemu ibu beliau selama aku tidak bertemu nenekku. Parahnya, beliau tidak pernah merasakan berpuasa di tanah kelahiran, bersama orangtua, sejak merantau ke sini, tepatnya tahun 1991. Sekarang 2015, bisa bayangin berapa lama ayah gak ke sana pas Ramadhan. Namun, bukan hanya pas Ramadhan, berhari raya ke sana juga tidak pernah selama itu.

Bukan karena tidak mau, tapi karena memang tidak bisa. Kami tidak mempunyai dana ke sana. Dan tahun ini, aku sangat berharap bisa, paling tidak, merasakan berpuasa, sahur dan buka, bersama dengan nenek di kampong halaman di Jawa. Paling tidak melepas kangenku, juga ayah, dengan nenek. Ayah pasti akan senang sekali bisa kembali merasakan bagaimana suasana Ramadhan di kampong halaman.

Dan semoga saja aku bisa menang kuis #TiketNgabuburit dari @Tiket. 2 tiket nanti akan kupakai untuk diriku dan ayah, kami akan pergi ke tempat nenek di Jawa untuk merasakan berpuasa di sana. Semoga Tuhan mengabulkan doa kami, Aamiin :D


 Oh iya, ini jawaban kuis #TiketNgabuburitku :D

2 Komentar

IBX59EADF1D9DDBB

Award

Blogger Energy
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Follow by Email

Yang Mau Kontak-Kontakan

Nama

Email *

Pesan *