Punahnya Kebiasaan Bermain PES


http://2.bp.blogspot.com/-xeRWapXW7uk/VGZ8MtiY5jI/AAAAAAAAAqY/jZCqqenKk8E/s1600/Daftar%2BLaptop%2Buntuk%2BGame%2BPES%2B2015.jpgGak kerasa aku udah lulus, banyak kenangan yang tertinggal di bangku SMA. Saat kulihat draft blog, ternyata ada beberapa cerita di masa SMA yang belum sempat aku posting. Jadi, di sini aku mau memposting cerita-cerita tersebut, menyegarkan ingatan tentang masa SMA, ea...

Di semester satu yang lalu, kebiasaan yang selalu kami lakukan, laki-laki di kelas, pasti main PES. Gak tau PES? PES itu game bola, kepanjangannya PPPEEESSS. Tapi, di semester dua ini, kebiasaan main PES sudah punah, semuanya punya kebiasaan baru, kalau aku sendiri seringnya baca buku, kebanyakan novel. Kalau yang lain, ada yang modus sampai tidur.

Kepunahan kebiasaan kami itu karena berbagai cobaan yang sudah tidak bisa kami tangani. Joystick yang disita guru sampai hilang entah diambil guru atau siapa sudah biasa, kami beli yang baru. Kendala yang utama adalah laptop.

Laptop pertama yang dipakai untuk main PES adalah laptop Abang, walaupun sudah overheat karena terlalu sering main sehingga harus terus dicolok, kami masih bisa main dengan lancar. Sayangnya, lama kelamaan akhirnya laptop Abang menyerah di PES 2015, dia sudah pensiun. Sempat pindah ke laptop Jerawat, tapi karena ‘dalam’nya tidak mumpuni, PES ngadat di sini, kagak seru. Akhirnya laptop Citak kami jadiin sebagai tempat kami main PES. Sialnya,
***
Pertandingan antara Manchester United (Abang) vs Manchester City (Lamak) berlangsung sangat seru, skor masih kacamata, aku dan Wawan sangat tegang menonton, si pemilik laptop, Citak sedang main basket di luar sembari menunggu giliran. Saat lagi seru-serunya, tetiba,


Kami semua terdiam, laptop Citak mati tiba-tiba. Kami semua panik, joystick langsung ditarik, kami berempat mengambil posisi ke pintu, meninggalkan laptop yang mati tiba-tiba, itu overheat, pikir kami. Citak yang datang ke kelas dan bingung melihat kami berhenti main bertanya, “Ada apa nih, kok berhenti?”

“Anu,” Lamak mencoba merangkai kata-kata, ada keraguan di suaranya, ingin berbohong atau jujur.

Lag,” Wawan lebih dulu berkata sebelum Lamak selesai mencari kata-kata, “gegara itu kami matiin laptopnya,” lanjutnya. Bodohnya, Citak percaya dan dia manggut-manggut kemudian main basket lagi.

FIUH…

Kami berempat langsung bernafas lega setelah dia pergi.
***
Sejak saat itu, laptop Citak terus kami pakai untuk main PES, sampai akhirnya dia sendiri menyaksikan laptopnya mati tiba-tiba, dan tidak ada kecurigaan sama sekali ke kami, hahaha xD.

Sayangnya, suatu hari dia install ulang laptopnya, dan sialnya, setelahnya PES tidak berhasil terinstall. Jadilah kami semua berhenti main PES, dari yang awalnya saat tidak ada guru gatal pengen megang joystick, akhirnya mulai terbiasa tidak memegang barang tersebut.

7 komentar:

  1. Klo mau maen PES itu liat2 laptopnya bro. Jangan sampe ngerusak. Ada kok sekarang laptop yang kualitas mumpuni tapi harganya masih cukup terjangkau. Daripada harus ngerusak laptop.

    Uih.. jadi pengen maen PES bareng. Tapi gue pake MU ya. Haha *Tos... sesama united fans*

    Semoga city di laga terkahir kalah dan MU bisa menang. Aamiin... :)))

    BalasHapus
  2. Nice artikel (y)
    Ditunggu kunjungan baliknya di http://www.dzikirsm.web.id/2015/06/tanda2-datangnya-bulang-ramadhan-puasa.html
    .
    .
    #SalamBlogger #Blogwalking

    BalasHapus
  3. PES emang permainan wajib yang dimainkan murid SMA di kelas yaa. Aku dulu juga gitu sama temen-temen, bahkan ketika jam kosong, anak-anak pada bikin cup untuk main PES. Bahkan kalaupun ada guru, laptopnya cuman di sleep doang, kemudian pas istirahat dilanjutkan lagi. Gilee kan.

    Tapi kendalanya biasanya emang di guru, joystick, sama laptop sih. Untung aja dulu ada salah satu temenku yang laptopnya gahar banget, jadi buat langganan main PES sama anak-anak.

    Sekarang makin tumbuh dewasa justru makin jarang banget yaa buat main PES.

    BalasHapus
  4. Hahaha ... kocak.

    Nih, timku di kantor juga nih,.tiap lagi pada kumat stress-nya sama kerjaan yang numpuk parah, atau kalo kerjaan lagi selow sampe ga tau mau ngapain kalo udah selesai ngerjain, anak anak cowoknya pada main PES berjamaah. Etapi emang di timku cowok semua, kecuali aku. And than, main PES jadi ritual wajib anak anak Digital di kantor. Biar tetap berjiwa muda,kalo kata our mommy (panggilan sayang buat bu boss).

    Btw, selamat ya, kamu udah lulus.

    BalasHapus
  5. bisa bisanya si Citak nggak tau kalau laptopnya dibuat untuk melakukan hal tak sesnonoh..hahaha...untung cepetan diinstal dan untungnya lagi pes nggak bisa diinstal ya..jadinya laptop Citak terselamatkan hahaha

    BalasHapus
  6. jangan sampai karena ada sedikit masalah perjuangan pes nya terganggu, kamu itu pria

    BalasHapus
  7. Game PES emang paling asyik dimainkan sama teman-teman.

    BalasHapus

Award

Blogger Energy
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Follow by Email

Yang Mau Kontak-Kontakan

Nama

Email *

Pesan *