Smurfs: The Lost Village

Walaupun ini film Smurf ketiga, tapi bagiku ini film Smurf pertama karena aku belum pernah menonton film Smurf sebelumnya. Tapi, karena ini pertama kalinya Smurf full animasi, anggap saja ini sebagai film Smurf pertama, hehe.

Di awal diceritakan asal mula dari satu-satunya Smurf perempuan di desa smurf, yaitu Smurfin. Smurfin bukan seorang ‘Smurf’ karena dia diciptakan oleh seorang penyihir jahat bernama Gargamel untuk mencari desa Smurf. Sayangnya Papa Smurf berhasil berhasil merubah Smurfin yang jahat menjadi baik sehingga menjadi bagian dari keluarga Smurf.

Konflik muncul ketika Smurfin sadar dirinya tidak memiliki ciri khas layaknya Smurf lain, dia lebih ‘fleksibel’ sedangkan tiap Smurf nyatanya punya satu ciri khas yang sangat nampak. Masalah lain timbul ketika Smurfin tertangkap Gargamel dan secara tidak sengaja membuat Gargamel mengetahui tentang desa Smurf yang hilang. Ini bukan desa Smurf tempat Papa Smurf, Smurfin, dan teman-temannya tinggal. Untuk menyelamatkan para Smurf di desa yang hilang, Smurfin dengan teman-temannya berkelana ke hutan terlarang untuk mencari desa tersebut dan memperingatkan Smurf di sana tentang Gargamel.

Smurf : The Lost Village mengajarkan tentang memahami perbedaan. Walaupun tiap Smurf punya watak yang berbeda, desa Smurf selalu akur. Ini bukti bahwa para Smurf dapat menolerasi tiap perbedaan karakter. Malah, ciri khas dari tiap Smurf bisa menjadi pewarna hari-hari di desa Smurf.

Bagi pecinta film animasi atau yang ingin mengajak anak-anaknya menonton film, Smurf : The Lost Village bisa menjadi pilihan. Aksi kocak Ceroboh bisa menjadi pengocok perut anak-anak, termasuk ketika dia dan Kekar bertengkar juga sangat menghibur. Kebaikan seorang Smurfin bisa dijadikan teladan bahwa walaupun kita berbeda, kita harus tetap membantu teman. Lewat Pintar kita bisa belajar kalau mendengarkan teman adalah hal wajib, jangan egois dan meremehkan orang lain.

Jadi, wajib hukumnya nonton Smurf : The Lost Village kalau kalian suka dengan animasi, ingin mengajak anak, adik, atau saudara menonton film anak, juga ingin sekadar melepas penat dengan refreshing nonton film.

0 Komentar:

Posting Komentar

Award

Blogger Energy
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Follow by Email

Yang Mau Kontak-Kontakan

Nama

Email *

Pesan *