Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kiat Memberikan Pengaruh Sebagai Pemimpin

Cara mempengaruhi orang lain sebagai pemimpin yang baik
Bila ditanya soal pemimpin, siapa yang ada di pikiran kita? Bapak Jokowi, presiden kita? Gubernur provinsi tempat kita tinggal? Steve Jobs? Ketua BEM? Coba direnungkan, apakah benar pemimpin adalah orang-orang tersebut. Nyatanya, pemimpin tidak melulu mereka yang ada di pucuk organisasi. Jiwa kepemimpinan tidak ada hubungannya dengan jabatan. Lalu, siapa itu pemimpin? 

Siapa Itu Pemimpin

John Maxwell mengatakan bahwa pemimpin itu adalah mereka yang tahu kemana jalan hidupnya, dia menjalani jalan tersebut, lalu mengajak orang lain untuk bergerak ke jalan itu. Pemimpin bukan hanya orang yang memahami sesuatu tapi ikut bergerak dan mengajak yang lain turut ambil bagian. 

Orang-orang yang tidak bisa tidur melihat masih banyak anak yang tidak sekolah, orang yang sadar di masa pandemi banyak drivel ojol yang kesusahan mencari pesananan, mereka yang masih pergi ke pelosok untuk berbagi buku karena tahu masih banyak anak yang kekurangan bahkan tidak mempunyai buku yang cukup, anak muda yang turun ke jalan melawan ketidakadilan, guru yang mengajar tak kenal lelah dan tetap semangat walau di kondisi kelas memprihatinkan dan siswa yang sedikit karena sadar pentingnya Pendidikan, ASN yang tetap bekerja professional dan tidak bolos untuk melayani masyarakat dengan prima, pegawai startup yang berfokus pada penyelesaian masalah di Indonesia untuk membantu masyarakat, mereka yang terus menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan. Mereka semua adalah contoh-contoh pemimpin. 

Pemimpin.id mempercayai bahwa pemimpin itu adalah orang yang kenal dirinya, memahami makna hidupnya, mencoba mengerti permasalahan sosial di lingkungan sekitarnya, memikirkan solusi terbaik untuk itu dan menjalankan solusi itu dengan mengajak orang lain untuk mencapai visi yang sama. Tiap orang adalah pemimpin, tapi Indonesia butuh pemimpin yang mampu menghidupkan makna pemimpin, bukan hanya layak sebagai pemimpin. 

Pemimpin itu Tsunami 

Bila diibaratkan Tsunami, pemimpin itu adalah pusat gempa. Getarannya menyebar ke seluruh Indonesia atau bahkan dunia. Tapi, getaran saja tidak cukup menciptakan Tsunami. Getaran kalau tidak diikutii oleh gelombang besar hanya akan menciptakan riak yang tidak mampu meruntuhkan berbagai tembok yang menghalangi Indonesia untuk terus berkembang. Gelombang inilah yang dinamakan pengaruh. 

Pemimpin yang mempunyai ide besar tapi tidak memiliki pengaruh hanya akan seperti gempa yang menghasilkan riak. Ia tetap akan menciptakan getaran, tapi hanya getaran kecil yang tidak berlangsung lama. Perubahan yang diciptakan hanya berupa riak-riak kecil, bukan gelombang besar yang menjadi tsunami. 

Kemarahan Kak Aji 

Dharmaji Suradika sebagai CEO Pemimpin.id mengatakan bahwa ia punya tiga kemarahan besar yang membuatnya memiliki ide bersama yang lain menciptakan pemimpin.id. pertama, ketika di tahun 2012-2014 sedang kuliah di Jerman, ia mengadakan konferensi internasional dengan peserta mahasiswa Indonesia. Harapannya mereka bisa lebih pede ketika kembali ke Indonesia karena sudah memaparkan idenya di Jerman. Sayangnya, mahasiswa Indonesia yang di Jerman malah mengajak kak Aji untuk tidak kembali di Indonesia. Mereka mengatakan Indonesia banyak masalah dan lebih enak tinggal di Jerman. Kak Aji marah karena seharusnya pola pikir pemuda yang tahu ada masalah di negerinya adalah mencari solusi, bukannya malah menghindar. 

Kemarahan kedua adalah ketika ia menjadi Management Trainee Siemens di 2015. Saat itu ada kesempatan untuk bertemu dengan direktur operasional Siemens dunia yang sedang berada di Indonesia. Kak Aji bertanya kenapa CEO Siemens Indonesia adalah orang Jerman. Direktur menjawab bahwa orang Indonesia belum layak memimpin perusahaan multinasional. Kemarahan muncul karena perusahaan asing yang memiliki kedudukan di Indonesia saja tidak bisa dipimpin warganya sendiri, bagaimana bisa menduduki jabatan di luar negeri? Padahal negara lain seperti India bisa menjadikan rakyatnya CEO Google. 

Kemarahan ketiga hadir saat ia menjadi Executive Director Deeptech di 2019. Saat pergi ke daerah timur dan mengajak warga sana belajar ke luar negeri, mereka mengatakan bahwa jangankan bersaing dengan dunia, bersaing dengan orang Jawa saja mereka minder. Kecewa dan marah mendengar bahwa ada yang merasa minder saat bersaing dengan bangsanya sendiri, padahal berada di negara yang sama. Inilah tiga kemarahan yang membuat kak Aji ingin membuat semua orang Indonesia berada pada satu level dan membuat mereka percaya bahwa siapapun berhak jadi pemimpin. 

Cara Mempengaruhi Orang Lain

Setelah menjadi pemimpin, seperti analogi Tsunami sebelumnya, jangan sampai kita hanya menciptakan riak yang tidak akan mengubah apa-apa. Perlu gelombang besar agar mampu berubah menjadi Tsunami dan menghancurkan tembok penghalang yang beberapa diantaranya menciptakan kemarahan bagi kak Aji. Bagaimana caranya? 

Cari Urgensinya

Ketika kita mengajak orang pergi ke gunung tapi tanpa alasan yang jelas, kemungkinan besar tidak akan ada yang ikut. Mereka mungkin sedang santai di rumah dan menikmati Kasur sambil menonton film. Tapi saat kita mengatakan bahwa ada peringatan Tsunami, maka mereka pasti akan ikut ke gunung. 

Ini pentingnya mencari urgensi atau alasan yang jelas ketika kita ingin mengajak orang melakukan sesuatu. Pastikan alasan itu dipahami dan dimengerti urgensinya oleh orang yang diajak. 

Resonansikan Ide 

Salah satu hal yang bisa membuat mereka memahami ajakanmu adalah ketika ide itu relevan dengan nilai yang dipercayai orang lain. Misalnya pemimpin.id tidak langsung mengatakan bahwa para pemuda harus menjadi presiden atau CEO perusahaan multinasional, namun dengan memperlihatkan tips dan trik memiliki jiwa kepemimpinan. Ini karena pemimpin.id ingin menyasar para pemuda yang ingin menyelesaikan masalah dan meningkatkan karier tapi tidak semua ingin memiliki jabatan. Mereka ingin memiliki ilmu kepemimpinan tapi tidak semua mau berada dalam suatu jabatan. 

Jadi Diri Sendiri

 Selanjutnya adalah tetap menjadi diri sendiri, otentik. Orang yang tulus akan terlihat lebih meyakinkan walaupun sederhana dibandingkan mereka yang ingin terlihat “wah” namun mengada-ngada. Kata-kata yang keluar dari perasaan yang jujur dipastikan lebih mengena dan membuat kita bisa lebih mudah mempengaruhi orang untuk mengajak bersama-sama menuju jalan kebaikan yang kita pilih. 

Fokus ke Orang Lain 

Pemimpin bukan tentang diri sendiri. Pemimpin adalah proses mempengaruhi orang lain agar bersama-sama mencapai tujuan yang berguna bagi masyarakat. Saat kita ingin menjadi pemimpin yang mementingkan diri sendiri, kebanyakan akan berakhir dengan kegagalan. Misalnya pemimpin.id yang ingin membantu orang lain menjadi pemimpin sehingga pemimpin baru ini pada saatnya akan menciptakan pemimpin-pemimpin lain lagi. 

Suarakan yang Tak Terucap 

Banyak masalah yang terjadi di sekitar kita. Tugas seorang pemimpin adalah mengangkat hal tersebut agar solusinya bisa ditemukan. Contohnya adalah menghapus stigma bahwa ketua BEM atau OSIS harus laki-laki, keminderan orang luar Jawa atau Jakarta ketika bertemu dengan orang Jawa dan Jakarta, masalah susahnya mencari guru dan mentor di luar Jawa, dan masalah lainnya. Temukan masalah di sekitarmu dan cari solusinya! 

Prinsip Kuda Troya 

Ini adalah hal penting yang orang sering lupakan. Kuda troya adalah strategi pasukan Yunani dengan berpura-pura kalah dan mengirimkan patung kuda sebagai bentuk kekalahan mereka. Pendudukan Troya yang kegirangan mengizinkan patung kuda itu masuk dan mereka berposta sepanjang hari. Saat malam hari, pasukan Yunani yang bersembunyi di balik patung kuda pergi keluar dan menghancurkan kota Troya dari dalam. 

Ini bisa diterapkan dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan kita. Jangan menyampaikan ide dengan frontal yang malah membuat orang lain kaget dan tidak tertarik dengan ide tersebut. Balut dengan kata-kata dan hal yang dimengerti oleh masyarakat. Cari hal-hal yang bisa diselaraskan dengan nilai yang mereka anut. 

Misalnya ketika ingin memperjuangkan hak perempuan, cobalah ambil sudut pandang yang berbeda. Misalnya mengatakan bahwa apabila ibu-ibu bisa punya sifat kepemimpinan, betapa banyak anak yang akan menjadi pemimpin berkat ibunya. Selama ini kebanyakan sifat kepemimpinan diturunkan dari bapak sedangkan banyak anak yang malah Sebagian besar harinya berinteraksi dengan ibu.

Muhammad Rifqi Saifudin
Muhammad Rifqi Saifudin Abdi masyarakat yang senang menangkap momen dalam bentuk cerita. Bisa dihubungi di: - rifqimu@gmail.com - @m_rifqi_s (Instagram) - @mrifqi_s (Twitter)

Posting Komentar untuk "Kiat Memberikan Pengaruh Sebagai Pemimpin"