Apakah Ada Penyakit Berbohong?

Taukah anda bahwa bisa jadi berbohong itu adalah penyakit? Ya, pernahkah mendengar tentang Mythomania? Di sini akan aku jelaskan mengenai penyakit yang perlu kita perhatikan. Mungkin beberapa orang beranggapan berbohong itu dalam kondisi sadar, tapi coba liatlah penjelasan di bawah ini.

Apa itu Mythomania?

Ini adalah penyakit yang membuat seseorang mudah berbohong dalam jangka waktu yang lama. Parahnya lagi hal ini akan dijadikan kebiasaan negatifnya selama hidup. Biasanya kebohongan ini menjadi berlebihan untuk menutupi kondisi dari dirinya.

Apa bedanya penyakit ini dengan berbohong biasa? Apabila berbohong hanya dilakukan dengan menceritakan hal yang tidak sesuai fakta, Mythomania melakukan hal tersebut untuk melindungi bahkan menipu seseorang. Bagi beberapa orang, hal ini menjadi hal yang sulit ditinggalkan dan akhirnya menjadi candu. Beberapa diantaranya bahkan melakukannya tanpa disadari. Mereka baru menyadarinya saat sudah banyak orang yang percaya dan penyesalan yang hadir.

Penyakit ini juga bisa dialami ketika seseorang ingin mendapatkan perhatian lebih. Saking besarnya keinginan tersebut membuatnya rela mengarang cerita agar dipercaya lalu akhirnya diperhatikan oleh orang lain.

Aku pernah memiliki seorang teman yang memiliki gejala seperti ini. Ia menceritakan banyak kesuksesan yang didapatkan ketika lulus dari sekolah. Ia mengatakan berada di universitas ternama, banyak mendapatkan prestasi di sana, dan hal menakjubkan lainnya. Naas saat ibuku dan ibunya sedang berbincang, tidak satupun hal yang dibilang temanku itu disinggung oleh beliau. Bahkan katanya anaknya biasa-biasa saja.

Dua Kategori: Ringan dan Akut

Penyakit ini bisa dibedakan menjadi dua kategori, yaitu ringan dan akut. Dalam tahap ringan biasanya yang terjadi hanya mengarang cerita yang dampaknya tidak terlalu besar. Hal ini biasanya hanya untuk mendapatkan perhatian.

Apabila sudah sampai pada tahap akut, kepribadian yang ada sudah penuh dengan kebohongan. Ia mengarang segala hal dan merasa hal tersebut benar. Bayangkan saja seseorang yang selalu terlihat narsis dan banyak berinteraksi tapi hanya omong kosong belaka. Pernah bertemu dengan orang seperti ini?

Apa Penyebabnya?

Salah satu hal yang menyebabkan penyakit ini adalah kegagalan. Kegagalan tersebut seperti pertemanan, percintaan, studi, keluarga, atau mungkin pekerjaan. Hal-hal tersebut biasanya dihindari dengan cara berbohong. Ketika orang lain percaya dengan kebohongan tersebut, maka akan lebih mudah melarikan diri dari masalah yang dialami.

Akibatnya adalah…

Mythomania bisa berdampak pada rasa percaya diri seseorang, tepatnya dengan tidak mampunya seseorang menerima kondisi dirinya sendiri. Pengidap penyakit ini terus berbohong dan akhirnya hidup di dalam hal tersebut. Pada akhirnya akan membuatnya rentan stress, rendahnya harga diri, dan kekurangan kasih sayang.

Bagaimana Mengobatinya?

Sebagai sebuah penyakit yang berkaitan dengan psikologi, para penderitanya bisa mendatangi psikolog dan melakukan konseling. Cara yang biasa dipakai adalah psikoterapi. Dewasa ini sudah banyak yang memakai hypnotherapy dan dilaporkan mampu mengatasi masalah ini dengan lebih efektif.

Para pengidap penyakit ini biasanya tidak menyadari ia merupakan penderita. Orang-orang terdekat bisa membantu psikolog atau psikiater untuk menentukan jenis gangguan yang terjadi pada pasien.
Mendeteksi Kebohongan tidak Semudah Itu (Ferguso)
Pasti sering mendengar bahwa mendeteksi kebohongan bisa dilihat dari salah satu gestur tubuh. Misalnya melihat ke salah satu arah, gerakan tangan, dan yang lainnya. nyatanya mendeteksi kebohongan tidak semudah itu.

Seorang psikolog Amerika bernama Paul Ekman mengatakan mendeteksi kebohongan tidaklah mudah. Salah satu masalahnya adalah banyaknya informasi yang harus dipertimbangkan pada saat yang sama. Jadi, harus lebih selektif lagi ketika membaca suatu informasi tentang pendeteksi kebohongan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Apakah Ada Penyakit Berbohong?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel