'Belajar' Bersama Dara dan Bima di Dua Garis Biru

Sejak pertama kali trailer Dua Garis Biru rilis, aku langsung memasukkan film ini ke dalam salah satu yang wajib ditonton. Film ini mengambil tema yang cukup unik, Sex Education. Beberapa waktu yang lalu bioskop tanah air diramaikan oleh akting Raihanuun sebagai May sebagai korban kekerasan seksual. Ada juga Juno yang mengisahkan kehidupan penari lengger. Dua film yang cukup unik. Dua Garis Biru juga memberikan sesuatu yang baru di jajaran film Indonesia.

Sebagai film remaja dengan aktor dan aktris pendatang baru, aku sempat ragu dengan film ini. Walaupun mengambil tema yang 'berani', aku takut dieksekusi dengan 'menye-menye' seperti kebanyakan film remaja. Tapi ternyata film ini sangat apik dan bagiku layak menjadi salah satu film terbaik di tahun ini.

Dua Garis Biru menceritakan lika-liku perjalanan hidup Bima dan Dara. Mereka adalah dua siswa SMA yang harus menghadapi berbagai rintangan ketika Bima menghamili Dara. Hal yang masih dianggap tabu bagi sebagian kalangan di Indonesia namun sangat penting diangkat di era sekarang.

Film ini tidak terkesan menggurui. Dua Garis Biru memvisualisasikan keadaan yang terjadi ketika seseorang, terutama remaja, mengalami kehamilan di luar pernikahan. Tidak ada kesan menyalahkan salah satu pihak atau berat di satu sisi, film ini menceritakan baik dari sisi laki-laki ataupun perempuan.

Beberapa adegan simbolis, seperti kerang, stroberi, dan ondel-ondel menambah keindahan film ini. Walaupun perlu waktu untuk mencerna, bahkan mungkin baru sadar ketika film sudah selesai, semuanya menjadi kenangan tersendiri ketika menonton.

Cut Mini sangat total di sini. Perannya sebagai ibu begitu apik. Karakternya mengingatkanku pada ibu. Kecemasan dan kasih sayangnya mampu disampaikan dengan tepat. Sayangnya Angga yang berperan sebagai Bima terlalu 'dekil', visualisasi yang terlalu dipaksakan.

Adegan panjang yang dilakukan one take di UKS menjadi yang paling melekat. Emosi dari orangtua keduanya begitu dalam. Andaikan ada uji nyali menjadi Bima di adegan itu, aku akan langsung melambaikan tangan ke kamera. Tidak kuat.

Film ini mampu menyampaikan pentingnya edukasi seks dengan gamblang. Sangat disarankan para remaja untuk menonton, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Para orangtua juga bisa menonton agar paham bahwa seks bukan hal tabu tapi harus dibicarakan. Ini penting demi masa depan sang anak.

1 Komentar:

IBX59EADF1D9DDBB

Award

Blogger Energy
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Ikuti lewat Email

Yang Mau Kontak-Kontakan

Nama

Email *

Pesan *