Rapat Pertama Menuju Puncak

Villa di Puncak
Bintaro hari ini panas seperti biasa. Jalanan ramai seperti hari pada umumnya. Memakai kemeja di siang bolong sambil berjalan di pinggir jalanan Bintaro membuatku basah, oleh keringat. Saat berada di kondisi seperti ini, pikiranku melayang ke puncak. Membayangkan sejuknya udara saat berada dalam villa di puncak sambil bersantai menikmati indahnya pemandangan.

Awal berada di Bintaro, aku merasa kagum dengan kota ini. Bagi, sebagai anak kampung yang jarang melihat gedung pencakar langit dan padatnya kendaraan, keindahan ini setara dengan hijaunya pemandangan yang setiap hari kuliat setelah bangun tidur.

Tapi seiring berjalannya waktu, aku sadar bahwa hijau walau gelap dalam desa tetap jauh di atas gemerlap dan pekatnya kota. Aku butuh liburan!

Aku adalah mahasiswa diploma dan sedang disibukkan dengan Tugas Akhir. Anak sarjana mengenal hal ini dengan Skripsi. Satu hal yang membuat semester ini cukup berat adalah adanya kuliah di tengah pembuatan Tugas Akhir. Ya, selain harus memutar otak membuat Tugas Akhir, kami juga harus berkuliah seperti biasa. Termasuk juga ujian.

“Ada hotel murah di puncak. Gas gak nih?” tiba-tiba sebuah chat di grup bernama Jamah muncul. Emoticon gambar gas langsung bermunculan di bawahnya. Kami semua butuh liburan, inilah jawabannya.

Sehari setelah chat tersebut, para anggota Jamah berkumpul dan merapatkan sebuah agenda penting, LIBURAN. Seperti rencana awal, tujuan kami adalah puncak. Sebelum mencari hotel di puncak yang murah seperti chat yang menginisiasi rapat ini, kami menjadwalkan tempat yang ingin kami datangi.

Ada tiga tempat yang hari itu kami sepakati, ini baru rencana awal. Tempat pertama adalah Curug Kembar. Bayangan menyejukkan diterpa tumpahan air mengisi kepala tiap orang ketika menyepakati tempat ini. Mungkin agak sulit melaluinya karena medan berbatu, tapi kami optimis bisa mencapai tempat ini.

Tujuan kedua adalah Taman Safari. Kenapa tempat ini? Salah satu peserta rapat hari itu memang sedang ngidam melihat gajah. Bukan hanya ingin menuruti kemauannya, mengingat selama di Bintaro hanya sering melihat kuda besi, mungkin saatnya melihat kuda nyata dan binatang selain yang berbahan besi.

Terakhir, kami memilih Citamiang. Selain bermain air dan melihat hewan, kami merasa perlu meregangkan otot dengan outbound. Citamiang kami pilih atas pertimbangan tersebut. Sebentar lagi kami akan lulus dan akan ada berbagai ujian fisik setelahnya, permainan di alam terbuka sepertinya bisa jadi pembuka latihan kami agar lebih kuat dari sebelumnya.

Tiga tempat di atas baru rencana, masih ada beberapa tempat yang ingin kami kunjungi tapi sekarang waktunya beralih pembahasan. Kali ini akan membahas tempat menginap di puncak. Temanku yang mengatakan punya saran hotel murah di puncak langsung membuka laman pegipegi di laptopnya.

Pegipegi merupakan salah satu tempat pemesanan akomodasi terlengkap. Mulai dari penginapan sampai transportasi bisa dipesan di sini, termasuk villa di puncak. Fitur yang ditawarkan juga cukup lengkap. Ada berbagai filter untuk mencari penginapan sesuai keinginan, bahkan beberapa informasi penting mengenai tempat yang ingin didatangi juga tersedia.

Setelah melihat-lihat sekilas pilihan hotel yang tersedia, kami memutuskan untuk mengambil tiga hotel teratas untuk dipilih lebih lanjut pada rapat selanjutnya. Memutuskan hotel yang akan dipilih di Pegipegi sangat mudah karena semua informasi tersedia lengkap. Ada ulasan dari pengguna lain, fasilitas yang tersedia di hotel, dan akses menuju lokasi.

Sepertinya cukup sampai sini dulu rekap rapat hari pertama. Di puncak sudah hampir subuh, kami mau siap-siap sarapan dan nantinya pergi ke Curug Kembar. Sepanjang malam temanku terus bercerita soal Gajah. Dia sangat kegirangan ketika tau tujuan pertama kami adalah Taman Safari.

Sampai bertemu lagi!

IBX59EADF1D9DDBB

Award

Blogger Energy
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Ikuti lewat Email

Yang Mau Kontak-Kontakan

Nama

Email *

Pesan *