Satu

Enambelas sudah berlalu,
Mentari pertama di tujuhbelas sudah mengambil estafet,
Pencapaian terbesarku di enambelas adalah,
menghancurkan takdir
***
Satu, awal dari banyak sesuatu. Bagiku, ini juga awal dari sesuatu.

Sudah banyak hal yang kami lewati, sayangnya semua hampa, tidak ada arti apa-apa.

Tekadku bulat, tempat yang tujuhbelas tahun kupijak untuk ke depannya hanya akan menjadi persinggahan di kala penat, jadi aku tidak akan memaksa dia terikat walaupun kami memang sudah (hampir) tidak ada sekat.

Jadi, aku pergi.
Muhammad Rifqi Saifudin Abdi masyarakat yang senang menangkap momen dalam bentuk cerita. Bisa dihubungi di: - rifqimu@gmail.com - @m_rifqi_s (Instagram) - @mrifqi_s (Twitter)

15 Komentar untuk "Satu"

  1. Aku malah gagal paham....hehe.
    Maksudnya apa kak?

    BalasHapus
  2. Tinggalkan jika km emang ragu, lebih baik menatap masa depan dan semangat menjalani hari2

    BalasHapus
  3. Sudah tujuhbelas bulan atau tujuhbelas hari nih wkwkwkw, kayaknya ada yang lagi marahan nih.

    Memurutku sih ini tentang hubunganmu sama pacarmu ya? Kalau masih bisa diperbaiki kenapa harus pergi?

    BalasHapus
  4. Gue langsung kepikiran sesuatu pas tulisan "Tekad bulat". Iya, tahu bulat di goreng dadakan lima ratusan. Wkwkwkw

    Klo gak nyaman akan suatu hal. Pergi aja. ^_^

    BalasHapus
  5. Di saat tersesat dan hilang arah, kita harus terus melangkah. Bertualanglah ke seluruh penjuru dunia, temukan jati dirimu. Manusia itu bertumbuh dewasa di perantauan =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hm, ah keliling dunia. Pengen banget bang :D

      Ini lagi ngerantau juga xD

      Hapus
  6. oke, jadi lo harus move on. Benar?? Maka, pergilah sejauh mungkin, telisik warna warni dunia dan suatu hari kamu akan bertemu yang sebenarnya. Iya gitulah pokoknya.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel