Trilogi Soekram yang 'Bersejarah'

Judul: Trilogi Soekram
Penulis: Sapardi Djoko Damono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: v + 273 hlm, Cetakan Pertama Maret 2015
ISBN: 978 602 03 1478 5


"Soekram sudah pulang ke masa depan!"

Itu kalimat terakhir dari novel karangan Sapardi ini. Jujur, alasan awal aku mengambil buku ini dari rak setelah membaca blurbnya:

Saudara, saya Soekram, tokoh sebuah cerita yang ditulis oleh seorang pengarang. Ia seenaknya saja memberi saya nama Soekram, yang konon berasal dari bahasa asing yang artinya–ah, saya lupa. Tapi sudahlah. Apa pun nama saya, saya harus menerimanya, bukan? Pengarang itu sudah payah sekali kesehatannya, kalau tiba-tiba ia mati, dan cerita tentang saya belum selesai, bagaimana nasib saya–yang menjadi tokoh utama ceritanya? Saya tidak bisa ditinggalkannya begitu saja, bukan? Saya mohon Saudara berbuat sesuatu.

Tokoh rekaan menagih cerita tentang dirinya? Aku yakin ceritanya akan sangat menarik.

Aku suka membaca, tapi bacaanku masih kurang banyak. Masih banyak penulis yang belum kubaca karyanya bahkan belum kukenal. Bahkan baru setelah selesai membaca novel ini aku tau bahwa seorang Sapardi Djoko Damono adalah sepuh di bidang sastra. Maafkan aku ya, Pak baru tau hal ini, hehe.

Lanjut ke novel.

Diberikan judul Trilogi karena memang novel ini merupakan gabungan dari tiga karya beliau yang sudah pernah diterbitkan yaitu: Pengarang Telah Mati (2001), Pengarang Belum Mati (2011), Pengarang Tak Pernah Mati (2011). Soekram sendiri adalah - seperti dijelaskan di blurb - seorang tokoh yang diciptakan pengarang dan keseluruhan novel ini menceritakan tentang dia.

Cerita pertama, Pengarang Telah Mati, menceritakan kisah dari seorang Soekram lewat file-file yang ditinggalkan pengarang yang sudah mati (kata Soekram), termasuk di bagian recycle bin, oleh editor yang ditemui Soekram.

Terdiri dari bagian-bagian yang terpisah membuat kita harus benar-benar mengingat tiap bagian agar tau benang merah dari cerita pertama ini. Fokus pada cerita pertama adalah kisah cinta Soekram dengan beberapa wanita, Ida, Rosa, Minuk dengan latar belakang kerusuhan Mei 1998.

Cerita kedua yaitu Pengarang Belum Mati tiba-tiba menampilkan pengarang yang ternyata belum mati. Dia marah karena editor, yang juga sahabatnya, menuruti perkataan Soekram, tokoh karangannya, untuk menerbitkan cerita Soekram. Pengarang memberikan disket kepada editor yang berisi cerita Soekram versi Pengarang.

Di cerita kedua ini menceritakan Soekram muda yang dipenuhi perbedaan. Adiknya menganut ideologi yang menurutnya membela kaum petani dan Soekram berada di organisasi yang orang-orangnya disebut burjois oleh sang adik. Kehidupan cintanya di sini juga dikisahkan dengan Maria yang seorang Katolik. Diceritakan Soekram adalah Islam tapi keluarganya tidak pernah sholat.

Cerita pertama cukup menguras otak karena harus mengingat tiap file agar menemukan benang merah, tapi alur berjalan lancar sehingga mudah diikuti. Di cerita kedua menurutku lebih mudah mengikuti. Ketika masuk di cerita ketiga, Pengarang Tak Pernah Mati, aku beberapa kali berhenti dan mengingat cerita 'asli' dari para tokoh yang ada.

Cerita pertama adalah cerita Soekram versi editor yang didapat dari warisan Pengarang, cerita kedua adalah versi Pengarang yang tiba-tiba muncul setelah tau karyanya diterbitkan. Cerita ketiga dibuat oleh Soekram sendiri. Ya, dia mengarang cerita tentang dirinya sendiri, yang juga merupakan sebuah karangan. Cerita tentang Robohnya Surau Kami karya A. A. Navis, Semar, Kartini, dan Siti Nurbaya karya Marah Rusli dicampur adukkan oleh Soekram. Ia tidak segan-segan mengubah cerita asli demi memuaskan dirinya sendiri.

Selesai membaca novel ini, aku jadi penasaran dengan puisi seorang Sapardi. Novelnya saja penuh dengan diksi dan kalimat-kalimat yang 'puitis', apalagi puisinya.

Novel dengan tema yang unik, dibuka dengan konflik percintaan dengan latar 'bersejarah', dilanjutkan dengan menceritakan sebuah 'sejarah' dan ditutup dengan mencampur adukkan 'karya sejarah'.

"Ucapkan terimakasih pada jalan, meskipun tidak akan pernah membawamu ke suatu tujuan yang jelas," - Hal. 100

Oh iya, ada kalimat yang sering diulang di novel ini:

"…di padang pasir tidak ada larangan untuk memakan pasir atau tidak memakan pasir,"

Ada apa dengan pasir? Memang ada disinggung tentang oasis, tapi selebihnya aku masih belum memahami sepenuhnya tentang pasir, apalagi padang pasir. Mungkin ada yang bisa menjelaskan?
Baca lanjutannya →

Berbeda tapi Tetap Sehatea Jua

Sebagai orang perantauan, tentu teman satu daerah adalah salah satu teman paling dekat. Persamaan bahasa dan juga budaya membuat kami cepat akrab, ditambah sama-sama merantau, berbeda pulau dengan kampung halaman.

Kebetulan teman sekos sepulau denganku. Ketika teman yang lain harus menahan memakai bahasa daerah karena tidak ada teman mengobrol, ketika pulang kuliah, terutama malam hari, aku bisa bebas mengobrol bahasa daerah.

Walaupun kami satu pulau, mengobrol dengan bahasa daerah yang sama, kami punya perbedaan. Setiap orang kesukaannya berbeda, termasuk kami berdua. Hampir tiap malam kami mengobrol, biasanya teman sedaerah yang lain ikut nimbrung. Tapi, ada satu hal yang sering terjadi.

"Oy, main PES nah, gatal tanganku," (Oy, main PES yuk, tanganku gatal nih) ucapku.

Temanku ini selalu menolak dengan alasan belajar, "Aduh ai, kena gin lah, esok kuis akun nah." (Haduh, nanti aja ya, besok kuis akun nih.)

Yap, kami berbeda dalam satu hal, masalah belajar. Bukan kok, aku bukannya malas, cuma cara belajar yang beda. Ketika waktunya belajar ya aku belajar tapi kalau main, ya aku main, hehe.

Jadi biasanya itu ketika kami ngumpul itu temenku selalu berkutat dengan buku, biasanya Buku Kieso. Aku biasanya bermesraan dengan joystick. Pemandangan yang sangat jauh berbeda.

Untuk mengatasi perbedaan ini, kami punya satu kesamaan lain. Kami sehatea. Ya, teh hijau tidak pernah absen ketika kami berkumpul. Sebagai teh yang punya segudang manfaat, bagi kami teh hijau menjadi cara menyatukan perbedaan. Selain itu tentu mempererat persaudaraan sebagai orang-orang yang disatukan karena merantau.

Teh Hijau Kepala Djenggot selalu menjadi pilihan teh hijau yang terbukti membuat kami selalu sehat di perantauan. Biasanya ketika aku sudah mulai bosan bermain dan temanku mulai kelelahan (otaknya), kami langsung menyeduh teh. Suasana malam yang dingin berubah hangat ketika Teh Hijau Kepala Djenggot diseduh.

Ketika jauh dari rumah, teman-teman sepulau sudah kuanggap sebagai saudara. Tiap malam, mengobrol santai ditemani segelas teh hijau menjadi salah satu caraku melepas rindu.

Kalian juga punya cerita soal #sehatea, persahabatan dengan orang yang berbeda tapi tetap bisa bersama? Silahkan share di kolom komentar atau tulis di blog kalian. Mari sampaikan pada dunia bahwa walau berbeda-beda tapi #sehatea jua.




Baca lanjutannya →

Cara Bayar Listrik dan BPJS di Sepulsa


170525_banner_600x300
Ada yang tau tentang Sepulsa.com? Kalau dari namanya sih bisa diperkirakan kalau ini adalah website yang berjualan pulsa. Ada benarnya, karena memang website ini menyediakan penjualan pulsa. Tapi selain pulsa, sepulsa juga menyediakan paket data, token listrik, pembayaran iuran bpjs dan cicilan.

Nah, bagi kalian yang ingin membayar listrik dan BPJS dengan mudah, sepulsa bisa menjadi pilihan. Apalagi banyak keuntungan yang diberikan ketika kalian transaksi di Sepulsa. Bagaimana cara transaksi dan apa keuntungannya? Mari kita di sini.

Cara Bayar Listrik Online

Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok rakyat Indonesia saat ini. Hampir di semua wilayah Indonesia sudah teraliri listrik bahkan di desa-desa sekalipun. Tentunya kita harus berterima kasih kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sudah menyediakan listrik bagi negara kita tercinta. Salah satu cara kita berterima kasih adalah dengan membayar listrik tepat waktu.

Di era serba digital sekarang, pembayaran online sudah menjadi hal yang biasa. Sayangnya kebanyakan masyarakat Indonesia, kecuali kaum milenial, masih memakai cara tradisional dalam membayar tagihan listrik.

Dengan membayar listrik pada gerai PLN dengan membawa uang tunai sebenarnya berbahaya, apalagi kalau uang yang dibawa lumayan banyak. Ada cara lain yang lebih aman dan menyenangkan dalam mebayar tagihan listrik. Cara apa itu?

Sepulsa.com memberikan cara bayar listrik online yang aman dan menyenangkan. Dengan membayar listrik di sepulsa banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Salah satunya setiap kali bertransaksi di Sepulsa termasuk pembayaran tagihan listrik akan mendapatkan 3 voucher menarik yang bisa dipilih sesuka hati.

Voucher apa saja yang Sepulsa sediakan? Ada banyak sekali voucher yang bisa dipilih. Kalau mau belanja, ada voucher diskon belanja online berbagai macam barang di Yes24 ataupun di RumahFashionShop. Bagi yang suka travelling ada voucher diskon menginap ataupun beli tiket di Indonesian Flight, travellio, Zen Rooms. Ada juga potongan diskon naik uber lo! Disamping itu kalau perlu jasa misalnya merombak taman rumah, ada voucher diskon menggunakan sejasa.com.

Banyak sekali kan voucher yang bisa kamu pilih kalau bayar tagihan listrik di Sepulsa? Penasaran bagaimana caranya agar bisa mendapatkan semua keuntungan itu?

Sebelum kamu bayar, tentunya kamu harus cek dulu dong tagihan kamu berapa. Di Sepulsa kamu juga bisa cek tagihan, inilah langkah-langkahnya.

Cara Bayar Listrik Online Token di Website Sepulsa
  • Kunjungi Sepulsa, bisa juga melalui aplikasi Sepulsa. Pilih tab ‘listrik pln’ lalu pilih ‘pascabayar’.
  • Ketik nomor handphone kamu dan nomor ID Pelanggan PLN.
  • Total tagihan kamu akan muncul pada layar.
  • Jika kamu sudah membayar tagihan, notifikasinya akan muncul pada layar.
Setelah kamu mengecek tagihan listrikmu, nah langsung kamu lanjutkan ke proses pembayaran.

Cara Bayar Listrik Online Pascabayar di Website Sepulsa
  • Setelah tagihan kamu muncul, kamu akan tiba pada halaman voucher diskon yang bisa kamu pilih. Kamu bisa memilih hingga 3 voucher.
  • Pilih metode pembayaran. Metode pembayaran yang tersedia terdiri dari transfer bank, kartu kredit atau kartu debit, dan kredivo.
  • Tagihan listrik kamu berhasil dibayar.
Jika kamu masih ada pertanyaan, kamu bisa menghubungi info@sepulsa.com.

Cukup mudah bukan cara pembayaran tagihan listrik di Sepulsa? Kamu bisa melakukan transaksi di Sepulsa kapan saja dan dimana saja.

Cara Bayar BJPS Online

Kesehatan menjadi hal penting bagi kita. Pemerintah memfasilitasi masyarakat Indonesia dengan asuransi kesehatan nasional agar kesehatan dan biaya pengobatan kita terjamin. Asuransi ini dikenal dengan BPJS Kesehatan.

Asuransi kesehatan nasional ini menawarkan pilihan kelas pelayanan BPJS kesehatan bagi kita semua tergantung dengan kemampuan. Pilihan kelasnya ada kelas 1 dengan pelayanan kesehatan paling lengkap, kelas 2 pelayanan kesehatan menengah, dan kelas 3 dengan pelayanan kesehatan paling sederhana. Perbedaan kelas ini membuatnya punya tarif masing-masing sesuai dengan segala hal yang ditunjangnya. Untuk kelas 1 kita harus membayar tarif setiap sebesar Rp 80.000 per bulan, Kelas 2 Rp 51.000 per bulan dan Kelas 3 Rp 25.500 per bulan.

Supaya bisa terus merasakan manfaat dari BPJS, kita harus membayar iurannya setiap bulan dan tepat waktu (sebelum jatuh tempo). Karena jika telat membayar akan dikenakan sanksi berupa denda dan kartu BPJS dinonaktifkan. Sebelum hendak membayar, sebaiknya cek dulu iuran BPJS yang harus dibayar. Banyak Cara cek BPJS, salah satunya dengan mengecek akun BPJS di website BPJS Kesehatan.

Berikut cara cek tagihan di website BPJS Kesehatan:
  • Log in terlebih dahulu ke https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/
  • Ketik informasi yang diminta berupa nomor kartu BPJS, tanggal lahir, dan angka validasi (sesuai dengan gambar di layar).
  • Informasi nama dan tanggal lahir pemilik akun BPJS beserta keluarganya akan muncul. Mulai dari status akun BPJS, tagihan hingga denda.
Setelah mengetahui tagihan BPJS, saatnya membayar BPJS! Metode pembayaran BPJS bisa secara offline bahkan online. Salah satu cara yang paling sederhana untuk cara bayar BPJS adalah melalui Sepulsa. Dengan benefit yang sama seperti pembayaran tagihan listrik, tentunya membayar BPJS melalui Sepulsa aman dan menyenangkan.

Jadi, bagaimana sih caranya? Caranya mudah sekali.

Bayar BPJS di Sepulsa
Aplikasi Sepulsa

Cara Bayar BPJS Online melalui website Sepulsa
  • Install aplikasi Sepulsa atau akses sepulsa.com
  • Ketik nomor kartu BPJS kamu di kolom BPJS.
  • Ketik nomor handphone kamu.
  • Pilih 3 voucher yang kamu suka.
  • Pilih metode pembayaran yang tersedia berupa transfer bank, kartu kredit, kredivo, Mandiri Virtual Account, dan BCA Virtual Account.
  • Bayar BPJS menggunakan Aplikasi Sepulsa telah sukses.
Nah, itu tadi Cara Bayar Listrik dan BPJS di Sepulsa. Aman dan menyenangkan bukan? Daripada kalian harus mengantri dan membawa uang tunai ke sana kemari untuk membayar listrik dan BPJS, mending di rumah dengan menggunakan Sepulsa. Tagihan lunas, dikasih voucher lagi.
Baca lanjutannya →

Seminar Kepemudaan : Hero of Hopes

Minggu, 21 Mei 2017. Di hari itu, tepatnya pada malam hari, ada dua acara yang digelar (hampir) bersamaan di Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), Closing Taxer Games dan Seminar Kepemudaan dari Bambu Pelangi. Sempat mikir juga mau ikut yang mana, tapi karena ditunjuk jadi perwakilan Aksara (Aktualisasi Seni dan Sastra) untuk Seminar, akhirnya aku memilih Seminar.

Seminar Kepemudaan yang mengusung tema "Hero of Hopes" ini dilaksanakan di Gedung G PKN STAN. "Mahasiswa harus menjadi pahlawan," begitu yang dikatakan Sovwatu Nada selaku Koordinator Pelaksana seminar ini. Budi Setiawan yang merupakan perwakilan dari PKN STAN mengatakan bahwa kebaikan itu bagaikan virus, ketika kita melakukan kebaikan pada seseorang, maka orang tersebut akan melakukan kebaikan lagi kepada orang lain, dan itu akan berlangsung terus menerus.

Seminar ini mengusung tagline "Rising by Lifting Others", karena seperti yang dikatakan Budi di atas bahwa kebaikan itu virus, jadi ketika kita berbuat baik pada orang, akan ada lagi kebaikan-kebaikan yang muncul. Bambu Pelangi sendiri - yang menggelar acara ini - adalah komunitas relawan pengajar dari PKN STAN. Komunitas ini mengajar anak-anak yang ada di Lapak Pemulung Sarmili. Sarmili sendiri adalah daerah yang berada di sekitar lingkungan PKN STAN.

Seminar ini dibuka dengan penampilan dari Teater Alir, komunitas teater dari PKN STAN yang menceritakan tentang Umar Bakri, seorang guru yang rela mengajar anak-anak desa, tanpa dibayar, demi mewujudkan cita-cita mereka. Karena beliau tidak bisa memberikan apa-apa selain harapan.


Setelah penampilan teater langsung dilanjutkan dengan seminar. Dipandu oleh Destiny Wulandari, mahasiswa PKN STAN yang pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi. Pembicara pertama adalah Jaya Setiawan Gulo, alumni PKN STAN dan merupakan pendiri dari The School Project serta First President Indonesia-Netherlands Society. Di awal Gulo menjelaskan tentang perjalanan hidupnya. Dimulai dari Gulo kecil yang sangat suka bermain. Ketika kelas 4 SD semester dua, pandangan hidupnya berubah. Dari yang peringkat 28 dari 32 orang di kelas 4 menjadi peringkat 23 saat kelas 5. Bahkan di akhir masa SD ia meraih peringkat 2. Dan Gulo muda makin termotivasi untuk Go International apalagi dengan role model seorang Adam Malik, Wakil Presiden Indonesia ke-3 dari Sumatera Utara yang sama dengan Gulo. Gulo terinspirasi ketika Adam Malik bisa memimpin persidangan PBB ketika menjadi Ketua Majelis Umum PBB ke-26.

Gulo adalah pendiri The School Project yang fokus pada pendidikan anak SD di daerah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Ia ingin anak-anak di sana bisa mendapatkan pendidikan yang layak sehingga bisa meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurut Gulo, SD adalah rantai ekonomi, karena ketika lulus dari SD, mereka bisa melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi dan pada waktunya nanti akan berpengaruh terhadap ekonomi. The School Project juga mengadakan program anak asuh. Program ini menyiapkan anak dari SD sampai dengan SMA agar nanti bisa menjadi role model bagi yang lainnya. Sebagai seorang pegawai Kementerian Keuangan tepatnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Gulo mengorbankan waktu malam dan weekendnya untuk berkomunikasi dengan tim The School Project. Jadi pekerjaan tidak menghalangi seorang Gulo untuk berkontribusi langsung ke sesama.

Pembicara kedua adalah Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015 dan 2nd Runner Up Miss World 2015. Maria menjelaskan tentang masalah-masalah yang terjadi saat ini. Setelah itu ia mengatakan bahwa responsive, be up to date, concern & interest, know better, and benchmarking adalah strategi yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Maria yang merupakan Duta Gizi JAPFA Foundation ini mengatakan bahwa skala prioritas penting untuk membagi waktu. Ketika ada banyak jadwal, cari yang peran kita paling penting. Ketika sudah melaksanakan tugas dimana peran kita paling penting, barulah laksanakan yang lain. Maria juga memberikan 3 kunci, Passion, Persistence, Sincerity.

Setelah pemaparan dan sesi tanya jawab untuk Gulo dan Maria, seminar ini ditutup dengan penampilan dari Sabdanusa dan Anak-Anak Didik Bambu Pelangi.
Baca lanjutannya →

Aktivasi BI Corner dan Talkshow Fintech

Hari Selasa tanggal 16 Mei 2017 di Gedung G Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) diadakan Aktivasi BI Corner dan Talkshow bertema "Masa Depan Financial Technology di Indonesia". Sebenarnya ada jadwal kuliah PPh (Pajak Penghasilan) hari itu, tapi karena sehari sebelumnya dosen memberitahukan tidak bisa hadir, untuk pagi yang lebih berfaedah, aku ikut acara ini.

Karena diadakan di hari perkuliahan, hanya ada beberapa mahasiswa yang menghadiri acara ini. Sisanya adalah pejabat dari lingkungan PKN STAN dan perwakilan pihak yang bersangkutan. Acara yang merupakan kerjasama PKN STAN dengan Bank Indonesia (BI) dan Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI).

Setelah acara dibuka, para hadirin diajak ke Gedung P (Perpustakaan) PKN STAN untuk sama-sama menyaksikan peresmian BI Corner. Setelah sambutan dari Ketua Senat PKN STAN yang juga Kepala Jurusan Pajak yaitu Fadlil Usman dan Perwakilan BI, peresmian dilakukan dengan pemotongan pita oleh Fadlil yang dilanjutkan pemotongan tumpeng.

Sumber : Twitter @pknstanid
Setelah sesi foto bersama, hadirin kembali dibawa ke Gedung G untuk mengikuti talkshow. Sebelum dimulai, ada pemutaran video tentang salah satu program BI yaitu Lembaga Keuangan Digital (LKD) kemudian persembahan dari Mahasiswa PKN STAN berupa penampilan biola dari Pahrevin, Prodi D1 Kepabeanan dan Cukai.

Talkshow yang dipandu Kepala Unit Perpustakaan yaitu Ambang Aries Yudanto dan diisi oleh Perwakilan BI yaitu Retno Astriningtyas Soejoedono ini membahas tentang Financial Technology (Fintech) yang ada di Indonesia. Secara tidak sadar, kita sudah menggunakan fintech dalam kehidupan sehari-hari mulai dari rumah, perjalanan, sampai kantor. Dulu fintech hanya berupa ATM, tapi sekarang bisa berupa berbagai hal seperti e-commerce, jasa transportasi online, dan jasa pembayaran yang tidak melulu harus menggunakan transfer bank.

Sumber : Twitter @pknstanid
Wanita yang akrab disapa Tyas ini menjelaskan kalau fintech merupakan perpaduan teknologi dan financial services. Efeknya sendiri adalah orang tidak perlu lagi pergi ke bank untuk urusan financial karena dengan fintech hanya perlu melalui smartphone. Saat ini juga pertumbuhan fintech di Indonesia sudah sangat pesat dan Presiden Republik Indonesia, Jokowi, menargetkan ada 1000 startup digital di Indonesia pada 2020 yang dikenal dengan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Untuk mensukseskan gerakan tersebut dan mempertahankan agar fintech tidak mati, BI mendirikan Bank Indonesia Financial Technology Office pada November 2016 sebagai Fasililator, Business Inteligence, Assessment, dan Coordination & Communication. Selain itu BI juga mengeluarkan regulasi yaitu Regulation Sandbox.

Selain menjelaskan tentang Fintech, Analysis Manager Bank Indonesia ini juga mengatakan dengan mendirikan Pojok Baca (BI Corner) di beberapa tempat seperti sekolah, universitas, dan perpustakaan, diharapkan bisa menambah pengetahuan dan literatur yang berkualitas di bidang ekonomi dan moneter. Setelah pemaparan materi diadakan sesi tanya jawab. Walaupun hanya diikuti oleh segelintir mahasiswa, tapi antusias untuk bertanya sangat tinggi terbukti dengan diadakannya dua sesi tanya jawab yang masing-masing diberikan kesempatan kepada tiga penanya.

Sebelum acara ditutup ada games berupa kuis online yang berhadiah e-money bagi tiga penjawab dengan poin terbanyak. Karena kurang gercep dan hanya bisa menjawab 9 dari 10 pertanyaan (walaupun juara kedua dan ketiga juga hanya bisa menjawab 9), aku harus puas berada di posisi keempat dengan hanya terpaut 21 poin dari posisi ketiga. Yang mengejutkan adalah juara pertama yang memakai nickname "jagoanneon" yang ternyata adalah moderator yaitu Ambang.

Wah, Pak, kasih aku lah hadiahnya, hehe.
Baca lanjutannya →

Award

Blogger Energy
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Follow by Email

Yang Mau Kontak-Kontakan

Nama

Email *

Pesan *