Dinamika PKN STAN 2016


Dinamika, studi perdana memasuki kampus. Ospeknya Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN). Ada dinamika dan pra dinamika. Satu-satunya info resmi didapat dari Official Account (OA) Dinamika. Kalau ada yang kurang jelas tanyakan pada raka rakanita atau sosial media dinamika. Jangan tanya teman, kadang sesat. Juga, jangan tanya yang tidak perlu ditanya, kadang bikin makin sulit.

Siapkan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rambut, pakaian – baju + celana/rok –, ikat pinggang, kaos kaki, sepatu, bahkan kuku. Ingat, mahasiswa PKN STAN adalah cerminan Punggawa Keuangan Negara. Rapi adalah hal wajib.

2016 ada tiga gugus. Satya. Lencana. Karya. Tiap gugus terdiri dari puluhan kelompok.

Bawa barang yang disuruh. Jangan lebih apalagi kurang. Pulpen disuruh satu jangan bawa dua. Cek tas yang benar sebelum berangkat. Sebiji batu pun kalau tidak disuruh bawa tapi ada di dalam tas bisa fatal. Jangan bawa yang tidak disuruh.

Setelah semua siap, langsung berangkat. Tenang, jalanan di depan kos pasti ramai dengan laki-laki botak dan perempuan berpakaian rapi. Tidak hafal jalan? Ikuti saja mereka.

Sebelum memasuki ‘wilayah’ kalian, persiapan akan diuji. Ingat, rapi adalah hal wajib. Setelah di dalam, waktunya ketelitian dilihat. Membawa yang tidak disuruh, sengaja ataupun tidak, ada konsekuensinya.

2016 ada sepasang raka rakanita asistensi yang mengawasi tiap kelompok.

Apa yang terjadi selama dinamika? Nikmati saja. Spoiler bisa mengurangi esensi acara ini.

Pulang. Ingat cek OA. Semua tugas ada di sana. Kerjakan dengan sungguh-sungguh. Berdasar pengalaman, mengerjakan semua walau tak sempurna lebih baik daripada hanya sanggup beberapa walau sempurna. Kerjakan semua bukan berarti harus sempurna. Hal yang penting, semua tugas (kelihatan) dikerjakan.

Kerjasama penting. Raka rakanita asistensi hanya membantu, jangan berharap banyak pada mereka. Masalah cepat tidaknya tugas rampung, apalagi kelompok, tergantung kerjasama kalian. Jangan egois. Sampai bekerja, kita akan sering berkelompok, latih gotong royong dari sekarang.

Dinamika menjadi gambaran keadaan saat di kampus. Jalani dan resapi makna setiap kegiatan. Cari esensi dari segala yang disuguhkan. Ingat, jangan macam-macam. Bijak dalam bersosial media. Tidak ada tempat aman untuk mengumpat. Satu hal lagi, Drop Out itu nyata, tidak lulus dinamika juga bukan isapan jempol belaka.

Ada yang ingin ditanyakan seputar dinamika ataupun hal lain berkaitan dengan PKN STAN? Silahkan komentar di sini, kepoin sosial media dinamika, atau chat di lineku (ID : m_rifqi_s)

Semangat maba miba!
Baca lanjutannya →

Drama Persahabatan di Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody

Kalau dibilang suka kopi, ya aku suka kopi. Tapi kalau dibilang tau kopi, aku tidak tau sama sekali seluk beluk kopi. Aku suka minum kopi, tapi bukan ahli kopi. Aku tau apa itu kopi, tapi tidak tau sebenarnya kopi itu apa. Aku menonton Filosofi Kopi. Tapi bukan berarti suka kopi harus nonton Filosofi Kopi.

Di akhir Filosofi Kopi, Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Chicco Jerikho) menutup kedai mereka untuk berpetualang bersama keliling Indonesia, menjual kopi dari VW Combi yang telah dimodifikasi sebagai coffee shop keliling. Di Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody, satu per satu 'keluarga' yang menemani Ben dan Jody berkeliling Indonesia resign dengan alasan mereka sendiri-sendiri. Ben tiba-tiba mencetuskan ide kembali ke Jakarta untuk membuka kedai kembali, Jody pun akhirnya mengiyakan dan mereka berniat membangun kembali Filosofi Kopi di Melawai, "Kepala Naga"nya Jody.

Semuanya tidak berjalan mulus. Pemilik tempat di Melawai tidak mau disewa, mereka ingin dibeli. Sayangnya harga belinya tidak murah. Jody presentasi sana sini dan tidak mendapatkan investor. Suatu hari datang Tarra (Luna Maya) yang berniat menjadi investor dan membangun Filosofi Kopi kembali. Selain Tarra, di film ini juga ada Brie (Nadine Alexandra), barista lulusan Melbourne yang direkrut menjadi salah satu barista Filosofi Kopi. Setelah adanya Tarra dan Brie di antara persahabatan Ben dan Jody, apakah Filosofi Kopi akan kembali hidup?

Kalau dilihat dari asal muasal film Filosofi Kopi, yaitu salah satu cerita pendek (cerpen) di kumpulan cerpen karya Dewi 'Dee' Lestari, sebenarnya tidak perlu ada sekuel Filosofi Kopi. Tapi seperti judulnya, adanya tambahan kata 'Ben & Jody', film ini berfokus pada karakter pemain, terutama persahabatan kedua 'pencipta' Filosofi Kopi.

Di film pertama lebih berfokus kepada ambisi Ben menciptakan kopi terbaik di dunia dengan Perfecto yang ternyata dikalahkan oleh Tiwus, banyak hal tentang kopi dieksplore di film pertama. Di Filosofi Kopi 2, fokusnya adalah persahabatan dan cinta. Tapi tetap Kopi, terutama Filosofi Kopi, mengambil peranan penting.

Konflik di awal masih sama seperti Filosofi Kopi, watak Ben yang meledak-ledak. Jody yang biasanya mengalah berhasil mengatasinya. Tapi ketika Tarra dan Brie datang, masalah menjadi semakin sulit. Apalagi ketika tau siapa Tarra sebenarnya ketika Ben sedang mengalami hal yang membuatnya terpukul.

Lebih banyak drama di film ini daripada film pertama. Ujian demi ujian terus menerpa persahabatan Ben dan Jody. Tarra dan Brie secara tidak langsung juga ikut mengambil andil dalam tiap ujian. Tapi mereka juga ikut menyelesaikan masalah. Kopi tetap mendapatkan porsi penting. Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody adalah kisah cinta segiempat yang ditemani suguhan kopi.

Sinematografi keren dijamin memanjakan mata di tengah suasana drama konflik persahabatan. Musik yang enak didengar juga membantu perasaan lebih masuk ke dalam tiap konflik. Tenang, ada humor-humor yang merefresh ketika mulai jenuh. Sempat tidak percaya dengan endingnya. Di tengah film sebenarnya sempat menebak, tapi ketika memang endingnya sesuai tebakanku, aku masih tidak percaya.

Pecinta kopi atau bukan, asalkan kalian ingin merasakan pentingnya persahabatan, Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody wajib ditonton.
"Ada satu filosofi yang tidak pernah ditulis, tapi selalu ada dalam setiap cangkir yang ada di kedai ini. Setiap hal yang punya rasa, selalu punya nyawa." - Ben

Baca lanjutannya →

Ujian Iman Gru di Despicable Me 3

Minion kembali hadir, kali ini mereka nongol di Despicable Me 3! Menceritakan tentang apa film kali ini? Setelah Gru (Steve Carell) ‘tobat’ di seri kedua dan berakhir dengan pernikahan, di seri kali ini ‘keimanan’ Gru dibuat goyah oleh saudara kembarnya sendiri. Fakta yang diketahui Gru bahwa dia seorang anak tunggal ternyata salah. Dia punya saudara kembar bernama Dru (Carell). Di sini Dru mengajak Gru untuk melakukan kejahatan terakhir demi meneruskan tradisi keluarga. Minion juga berharap Gru kembali mengajak mereka melakukan kejahatan. Apakah Gru akan kembali menjadi penjahat? Bagaimana dengan Balthazard Bratt yang mempermalukan Gru di awal film, apakah Gru berhasil membalas perlakuannya? Bagaimana dengan minion, selucu apakah mereka di sini?

Film ini menghadirkan fakta baru, darah penjahat memang mengalir dalam tubuh Gru. Ya, ayahnya ternyata adalah seorang penjahat. Setelah sang ayah meninggal, Dru – saudara kembar Gru yang payah dalam hal menjadi penjahat – mengajak Gru meneruskan tradisi keluarga. Despicable Me 3 kembali menghadirkan aksi-aksi keren bin kocak dari para pemainnya. Mungkin karena Dru yang sangat payah membuat Gru terlihat sangat ‘keren’ di sini. Konflik batin Gru akan hasratnya kembali menjadi penjahat dan niatnya menjadi baik diuji.

Bagi para penggemar minion, jangan khawatir, mereka tetap tampil di sini. Dengan berbagai tingkah yang ada, dijamin kalian tidak kecewa dengan aksi mereka. Ketiga anak Gru juga punya porsi tersendiri. Setelah di seri kedua Margo mendapatkan 'pacar’, di seri kali ini ia kembali bertemu dengan seorang pria. Aksi Agnes, yang dibantu oleh Edith, dijamin membuat gemas. Film kali ini juga menjadi pembuktian Lucy sebagai seorang ibu.

Secara keseluruhan film ini sangat direkomendasikan. Apalagi bagi yang ingin melepas penat dengan melihat aksi kocak Gru dan para minion. Banyak juga pesan yang terkandung dalam film ini, seperti pentingnya seorang saudara, seorang teman, dan juga seorang ibu.

Bagi para pecinta minion, tentu Despicable Me 3 adalah film yang paling ditunggu-tunggu. Walaupun tokoh utama adalah Gru, tapi minion menjadi daya tarik sendiri di film ini. Buat yang sudah tidak sabar melihat aksi Gru dan juga para minion, Despicable Me 3 sudah bisa ditonton di bioskop kesayangan kalian.
Baca lanjutannya →

Daful Selesai

Daful itu Daftar Ulang, semua sudah tau itu. Plasma itu Plasa Mahasiswa. Aku sudah pernah ke sini saat TKD (Tes Kemampuan Dasar). Hanya ada tiga sampai empat, aku lupa tepatnya, barisan kursi memanjang. Alhamdulillah pantatku masih berjodoh dengan salah satu kursi. Di sebelah kiri ada teman yang baru kukenal di gerbang depan. Sebelah kanan ternyata teman sejurusan. Anak Jogja. Ketika kami memposting foto di grup angkatan, bertambah anak sejurusan lain yang kulihat mukanya hari itu. Kelak aku sadar bahwa banyak sider yang tau dengan kami. Wefie di grup angkatan, kurang jelas apalagi muka kami di mata satu angkatan.

Subuh datang, azan berkumandang. Bagian ini aku kurang ingat. Yang jelas ada bagian kami bergantian sholat, aku mendapatkan nomor antrian 83. Dengan nomor ini aku disuguhi pemandangan antrian mengular di sekitaran plasma.

Sekitar pukul delapan kloter pertama, antrian satu sampai limapuluh, siap diberangkatkan. Sebelumnya kami sempat berkeliling. Aku, anak Jogja, dan anak sejurusan lain, anak Malang.

Sehari sebelum daful, D3 Pajak 2016 sempat mengadakan meet up. Dikarenakan posisi yang tidak memungkinkan, aku tidak bisa berada di sana. Hari ini, mereka pun melakukan hal yang sama. Sayangnya lagi, jadwal kali ini bertabrakan dengan kloter kedua dipanggil. Aku sudah menunggu giliran di Gedung G ketika mereka berfoto bersama dengan seragam serempak di Tugu Jurusan. Untungnya sebelum masuk Gedung G kusempatkan bersalaman dengan mereka. Paling tidak hari itu banyak muka baru kulihat.

Pertama kali masuk Gedung G, aku duduk menunggu (lagi). Kami mengantri untuk mendapatkan sebuah kertas. Setelah itu ada meterai atau foto, aku lupa, yang harus ditempel di situ. Selagi menunggu antrian (lagi) untuk input data sesuai jurusan, kami menempel di tempat yang disediakan.

Selesai input data, waktunya berfoto. Tidak banyak yang kuharapkan dari muka seorang yang sampai dari Bogor setengah empat lalu lari kemudian menunggu sampai pukul delapan (dan masih menunggu lagi). Kurapikan mukaku seadanya dan say cheese!

Sebelum pulang, ada pendataan tentang penyakit dan minat bakat. Di dalam gedung menyelesaikan urusan agar sah menjadi maba, di luar ada pendataan untuk persiapan peresmian menjadi maba.

Akhirnya semuanya selesai. Muhammad Rifqi Saifudin, D3 Administrasi Perpajakan 2016. Aku siap untuk tahap selanjutnya.
Baca lanjutannya →

Mari Mempromosikan Batik

Batik, ketika membaca kata ini pasti terbayang berbagai motif yang mewakili Nusantara. Paling sering terbayang pasti adalah pakaian yang diisi oleh motif ini. Padahal tidak hanya pakaian, nyatanya banyak yang bisa disisipin oleh motif bernama batik ini. Salah satu yang paling mudah ditemui adalah tas.

Karena sudah dikenal masyarakat dunia sebagai Kerajinan Khas Indonesia, pemerintah sendiri menggalakkan promosi batik. Dan kita sendiri, apa yang bisa dilakukan untuk membantu pemerintah?

Sebenarnya, kita bisa ikut mempromosikan batik dengan berkarya.
  1. Tukang gambar
    Siapa sih tukang gambar itu? Pokoknya semua orang yang dunianya berkutat dengan visual berapa berbagai hal yang dapat dilihat dengan mata. Pelukis, komikus, designer, apapun. Cara mereka mempromosikan batik tentunya dengan menambahkan citarasa batik di tiap hasil karyanya.
  2. Penulis
    Hm... ada bayangan bagaimana seorang penulis mempromosikan batik? Sama seperti tukang gambar, mereka bisa menambahkan citarasa batik di tiap karyanya. Bagaimana caranya? Dengan menulis tentang berbagai motif batik di tulisannya. Misalnya mereka membuat puisi atau cerpen, bisa selipkan tentang kata-kata yang membuat pembaca membayangkan indahnya sebuah motif batik.
  3. Penyanyi
    Bagaimana dengan para penyanyi? Sama seperti sebelumnya, mereka bisa memberikan citarasa batik di tiap nyanyian. Mirip seperti penulis, menciptakan lagu dengan menyanjung keindahan motif batik. Membuat pendengar terlena dengan keindahan batik dalam nyanyian-nyanyian.
 Dan hal yang penting, pakailah batik sesering mungkin. Ketika sedang berjalan-jalan, menghadiri suatu pertemuan, atau apapun. Bukan hanya pakaian, bagi perempuan mungkin bisa juga dengan memakai tas bermotif batik.
 Tidak usah risau soal batik yang berkualitas, ada yang namanya Batik Keris. Batik Keris adalah store yang menyediakan berbagai macam pakaian dan aksesoris batik terbaik di seantero nusantara. Pria dan wanita. Pakaian sampai tas. Semuanya tersedia di Batik Keris.

Nah ini contoh-contoh pakaian dari Batik Keris yang bisa kalian pilih. Silahkan kunjungi websitenya bila ingin berbelanja. Mari kita bersama-sama mempromosikan batik kepada dunia. Buktikan pada dunia bahwa kita bangga dengan karya anak bangsa dan budaya Indonesia.
Baca lanjutannya →

Award

Blogger Energy
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Follow by Email

Yang Mau Kontak-Kontakan

Nama

Email *

Pesan *