UAS Semester Lima Bagian Pertama

Setelah menulis tentang UAS semester tiga, aku sebenarnya ingin mengulang cerita mata kuliah di semester satu dan dua. Tapi wacana tinggallah rencana, jangankan mengisahkan semester sebelumnya, cerita semester empat saja tidak sempat kubuat. Daripada tidak ada sama sekali, kali ini akan melanjutkan cerita di semester lima. Semoga saja bisa berlanjut ke cerita PKL (Praktik Kerja Lapangan) dan KTTA (Karya Tulis Tugas Akhir).

Bagi yang belum tau, aku berkuliah di Politeknik Keuangan Negara STAN jurusan Perpajakan program studi D3 Administrasi Perpajakan. Tidak terasa sudah menginjak di semester akhir, tinggal satu semester (dan beberapa rintangan lagi) sebelum aku lulus dari kampus dambaan banyak orang ini.

Postingan ini kubuat bagi kalian yang penasaran apa saja yang akan dipelajari oleh mahasiswa perpajakan di PKN STAN. Langsung saja, kita mulai dari

Akuntansi Perpajakan (Akper)

Ini sebenarnya bukan mata kuliah (matkul) yang baru. Pelajaran dari matkul ini sudah dipelajari pada semester-semester sebelumnya. Di tingkat satu (semester satu dan dua), kami dicecoki dengan matkul Pengantar Akuntansi. Pada tingkat dua (semester tiga dan empat), dilanjutkan dengan Akuntansi Keuangan Menengah (AKM) beserta Akuntansi Biaya (Cost Accounting), dan di semester lima ini ada Akuntansi Keuangan Lanjutan (AKL) dan Akper.

Akper adalah gabungan dari Perpajakan dan Akuntansi. Secara sederhana, matkul ini mengajarkan cara menjurnal transaksi-transaksi perpajakan. Selain dasar akuntansi, sejak semester satu kami juga sudah lulus mata kuliah Pajak Penghasilan (PPh) beserta Labnya, PPN (Pajak Pertambahan Nilai), Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), dan semester lima ini ada PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah). Jadi, Akper bisa dibilang menggabungkan semua materi Akuntansi dan Perpajakan.

Dosenku adalah salah satu Kepala Seksi (Kasi) di Kantor Pajak Pratama (KPP) di daerah Jakarta. Jejak karir beliau sebelum jadi Kasi sudah melalangbuana di berbagai KPP Besar. Banyak pengalaman kerja yang beliau ceritakan selama proses perkuliahan.

Pendidikan Anti Korupsi (PAK)

Korupsi? Kementerian Keuangan terutama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sempat diguncang dengan kasus yang membuat banyak perubahan bagi para pegawainya. Beberapa dosen yang merupakan pegawai sering bercerita bagaimana tekanan dari masyarakat ketika kasus yang menjerat salah satu mantan pegawai pajak menyeruak.

Salah satu cara agar kami, sebagai calon ASN, tidak melakukan kesalahan yang sama adalah dengan adanya mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi. Di matkul ini, diajarkan mengenai sejarah penanggulangan korupsi di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Berbagai lembaga pemberantasan korupsi yang pernah ada di Indonesia juga dibahas termasuk mengenai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Diharapkan kami bisa menjadi para kader anti-korupsi ke depannya setelah lulus dari matkul ini.

Salah satu tugas menarik dari matkul ini adalah mengisi workbook. Di sana terdapat berbagai tugas seperti yang berkaitan dengan anti korupsi, seperti menyampaikan opini atau menyimpulkan sesuatu. Tugas ini dikerjakan dalam satu buku khusus. Di kurikulum terbaru, PAK dimasukkan dalam salah satu materi di Etika Profesi sehingga tugas ini ditemui adik kelas di matkul tersebut.

Komunikasi Bisnis (Kombis)

Aku kuliah di jurusan perpajakan, ketika lulus nanti diharapkan bisa mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak. Salah satu cara agar kami bisa berkomunikasi dengan baik adalah matkul ini. Banyak cara berkomunikasi yang diajarkan pada matkul ini, baik secara lisan maupun tertulis. Kombis 'memaksa' kami untuk berbicara dan mengutarakan pendapat, termasuk berlatih public speaking. Tentu hal ini sangat menyenangkan bagiku.

Dosen kelasku adalah seorang perempuan lulusan universitas di Belanda. Diajar dengan dosen muda lulusan luar tentu menambah perspektifku dalam melihat dunia pendidikan. Beliau banyak bercerita bagaimana kehidupan di sana termasuk proses belajar mengajarnya.

Proses Bisnis Wajib Pajak (Probis WP)

Sebagai calon fiskus, perlu untuk mengetahui proses bisnis dari Wajib Pajak (WP). Hal ini penting karena nantinya kami akan langsung berhadapan langsung dengan mereka. Bagaimana bisa tau SPT beserta lampiran yang WP laporkan itu benar sedangkan cara kerja bisnis mereka saja tidak tau. WP merupakan pelaku bisnis yang pasti sangat paham dengan yang ia kerjakan, seorang fiskus juga harus bisa memahami bisnis WP untuk menggali potensi perpajakan di sana.

Aku sangat beruntung diajar oleh dosen yang sangat berpengalaman terkait dengan Probis WP. Banyak cerita mengenai fiskus dan WP selama beliau mengajar. Hal-hal yang tidak ada di materi tapi sangat berguna ketika nanti dunia kerja juga banyak beliau berikan kepada kami.

Itulah empat dari delapan mata kuliah di semester lima ini. Empat sisanya akan dibahas di sesi berikutnya.
Baca lanjutannya →

Sehari di KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga

Ternyata, aku sudah semester lima di PKN STAN. Sudah berhasil melewati empat kali UAS dan pernah merasakan nikmatnya KKN, walaupun hanya sebentar. Setelah serunya berpetualangan ria di desa melalui PKN STAN Goes To Village alias KKN, kemarin aku kembali merasakan serunya berkeliling KPP (Kantor Pelayanan Pajak). Kali ini karena ada tugas Studi Lapangan (Stulap) Mata Kuliah Organisasi dan Tata Kerja (OTK)

Perjalanan Dimulai

Rabu, 5 Desember 2018. Dari kampus berangkat menuju Stasiun Jurangmangu. Sebenarnya ada Pondok Ranji yang lebih dekat tapi kami memilih Jurangmangu agar tidak bertemu anak PKN STAN lain yang juga stulap.

Kegencet

Andai bisa begini di KRL
Sebenarnya bukan pengalaman pertama naik KRL dengan posisi penuh sesak. Pergi bersamaan dengan jam berangkat kantor tentu akan menemui hal seperti ini. Jurangmangu saja sudah sepenuh ini, tidak bisa dibayangkan kalau tadi mulai dari Pondok Ranji.

Sampai

Yap, setelah perjuangan menjadi pepes dari Jurangmangu, akhirnya sampailah di Tanah Abang. Perjuangan belum selesai, masih perlu saling sikut untuk naik tangga. Kami baru bisa bernafas lega dan bergerak ketika keluar dari stasiun. Setelah drama berulang kali gagal memesan transportasi online, akhirnya kami bisa duduk di mobil berenam dan menikmati ibukota. Lalu... sampailah di KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga.

Menunggu

Setelah menemui satpam di lantai satu lalu naik ke lantai tiga, kami disuruh untuk menunggu. Lumayanlah, istirahat sejenak setelah menempuh perjalanan penuh perjuangan. Waktu itu aku membayangkan, bagaimana dengan para pekerja yang setiap hari harus menjadi pepes. Enam kali seminggu, kalau pulang pergi berarti dua belas kali. Wow.

Perjalanan (Sesungguhnya) Dimulai

Akhirnya, datanglah waktu untuk berkeliling. Kami ditemani oleh Fahira Ulfa selaku salah satu Pelaksana di KPP ini. Beliau bertugas di Bagian Umum.

Lantai 1

Pertama kali diajak turun ke lantai 1. Lantai ini adalah bagian Pelayanan. Kami diajak melihat Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) yang modern. Ada layanan prioritas yang dikhususkan bagi penyandang disabilitas dan WP Prioritas (100 WP dengan penyetoran pajak terbesar). Ada juga DJP-Online Corner dan dua bilik Layanan Umum. Dulunya ada tujuh bilik tapi pada bulan November dirombak menjadi dua demi efisiensi. Salah satu bagian modern dari KPP ini adalah pengambilan nomor antrian yang sudah menggunakan mesin seperti di ATM.
Bersama Ibu Rehbina Sukmasari (Kepala Seksi Pelayanan)
Setelah ke bagian TPT, kami diajak masuk ke back office dan dijelaskan singkat pekerjaan dibalik layar. Ibu Sari selaku Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan mengajak kami ke bagian berkas untuk melihat ruangan tempat penyimpanan berkas. Setelah itu kembali ke back office dan mengunjungi masing-masing kubikel. Ada pegawai ang bertugas mengkonfirmasi surat, validasi, mencetak SKP, STP, dan lain-lain. Pekerjaan di Pelayanan ini berkutat pada jatuh tempo. Hal ini artinya tiap pekerjaan mereka memiliki deadline yang harus diselesaikan sesuai prosedur.

Lantai 2

Lantai ini salah satunya adalah bagian Pusat Data dan Informasi (PDI). Bagian ini berkutat dengan perekaman SPT dan data lainnya. Kebanyakan data perpajakan sudah memakai elektronik sehingga langsung menuju ke pusat (SI DJP) sehingga PDI hanya melakukan sisanya. Ini artinya server lokal jarang terpakai sehingga kemungkinan down kecil. Pengiriman data dari server lokal KPP Gambir Tiga menuju pusat dijadwalkan setiap pukul 23.30 WIB dan penarikan data dari pusat pada pukul 05.30 WIB. Pengiriman dan penarikan ini dilakukan secara otomatis. 

Selain PDI, lantai dua ini adalah bagian Eksten (Ekstensifikasi) dan Waskon (Pengawasan dan Konsultasi). Eksten bertugas untuk mencari WP baru, melakukan penyuluhan kepada WP, dan mengawasi WP baru (2 tahun) dan WP TBTS (Tidak Bayar Tidak Setor). Kalau bagian Pelayanan berkutat kepada jatuh tempo, Eksten memiliki target seperti target WP Daftar dan beberapa bagian dari penerimaan kantor.
Bapak Ardi Nugroho (Kepala Seksi Waskon II) sedang menjelaskan
Selanjutnya adalah Waskon. Waskon ini terbagi dari satu sampai dengan empat. Waskon 1 bertugas secara umum seperti permohonan pemindahbukuan, Surat Keterangan Bebas (SKB), dan pengembalian. Waskon 1 juga bertugas untuk melayani keluhan aplikasi perpajakan. Waskon I memiliki persamaan dengan Pelayanan yaitu sama-sama berkutat dengan jatuh tempo. Waskon II-IV tugasnya sama, yaitu mengawasi WP yang lebih dari dua tahun dan menggali potensi. Waskon ini berisi para AR (Account Representative).

Lantai 4

Kenapa kita melewati lantai tiga? Ini karena pada lantai satu itu berisi Pelayanan, lantai dua adalah Pengawasan, waktunya kita ke bagian Penegakan Hukum yang berada di lantai empat. Lantai tiga adalah bagian umum yang terkait dengan kepegawaian sehingga akan didatangi terakhir.
Struktur Organisasi KPP Gambir Tiga
Lantai ini berisi pemeriksa dan fungsional. KPP Gambir Tiga memiliki 18 orang fungsional dan 2 supervisor. Pemeriksa bertugas untuk melakukan administrasi bagi fungsional seperti pembuatan SP2, Daftar Nominatif, dan Mengirim Pemberitahuan ke Kanwil. Pemeriksa ini umumnya bertugas ketika ada pemeriksaan dengan tujuan lain seperti penghapusan NPWP. Fungsional jarang ada di tempat karena mereka bekerja secara tim dan bertanggungjawab langsung kepada kepala kantor.

Selain ada pemeriksa dan fungsional, pada lantai ini juga ada seksi penagihan. KPP Gambir Tiga memiliki dua juru sita dan dua pelaksana. Penagihan disini tugasnya adalah seperti yang diatur dalam PPSP.

Lantai 3

Terakhir adalah lantai tiga, tempat kami datang dan tempat kami kembali. Di lantai ini ada ruangan kepala kantor beserta sekretarisnya, bagian umum, kepatuhan internal, keuangan, kepegawaian, dan rumah tangga. 

Perjalanan (Hampir) Selesai

Setelah diajak berkeliling dan dijelaskan mengenai masing-masing tugas fungsi tiap lantai, sebelum mengakhiri perjalanan kami ditunjukkan mengenai buku profil kantor. Di sana dijelaskan mengenai semua hal yang terkait dengan kantor seperti komposisi pegawai, fasilitas, dan prestasi. Sekadar informasi, KPP ini merupakan KPP terkait se-Kanwil Jakarta Pusat. Patut diapresiasi.

Perjalanan Selesai

Nah ini dengan kak Fahira Ulfa
Setelah absen resmi ditandatangi, berakhirlah perjalanan kami di KPP. Sebelum pergi, kami mengisi jasmani dengan makan di kantin dan mengisi rohani dengan sholat dzuhur berjamaah. Menutup perjalanan kali ini, kami menyempatkan diri pergi ke Grand Indonesia dan berjalan-jalan mengelilingi mal tersebut.


KPP Gambir Tiga!!!
Jabrig!
Kompak! 
Tuntas!
Baca lanjutannya →

Tahun Baru Laptop Baru

Wah, sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru, sekarang waktunya melihat setahun ke belakang apa saja yang sudah kita lalui. Kita melihat lagi bagaimana perkembangan resolusi yang sudah kita buat setahun ke belakang. Selain melihat tentang yang sudah kita lalui, kita juga mesti memikirkan apa saja yang akan kita hadapi setahun ke depan, apa saja rencana yang akan kita lakukan, apa saja barang yang akan kita beli. Nah, sebagai mahasiswa, salah satu barang yang cukup krusial adalah laptop. Ya, tentunya mahasiswa di jurusan apapun akan mengerjakan berbagai tugas, salah satunya paper. Tentunya tugas-tugas tersebut akan lebih gampang dikerjakan apabila memiliki laptop. Di zaman dahulu, rental computer menjadi primadona, tapi sekarang masing-masing mahasiswa sudah diwajibkan untuk memiliki laptop demi kemudahan dalam perkuliahan. Di tahun yang baru ini, laptop baru bisa menjadi salah satu resolusi, mungkin saja laptop yang kalian pakai sekarang sudah bertahun-tahun kalian gunakan. Ia sudah berjuang bersama kalian begitu lama. Ia lelah.

Jenis-Jenis Laptop Mahasiswa

Mahasiswa bagiku dibagi tiga, yaitu kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat), dan kuma-kuma (kuliah main-main). Masing-masing tipe tentu memiliki laptop yang berbeda-beda. Sebagai mahasiswa, kita pasti bisa tau kita sendiri merupakan mahasiswa yang seperti apa. Ada yang memang perlu laptop, tapi ada juga yang cukup notebook. Di sini tentu harus diperhatikan tentang harga laptop atau harga notebook agar tidak salah beli.

Mahasiswa Kupu-Kupu

Pertama adalah tipe kupu-kupu. Tipe mahasiswa ini kadang juga disebut apatis. Walaupun sebenarnya mereka tidak seperti itu. Mereka mempunyai kesibukan sendiri di kos masing-masing. Diambil contoh salah satu dari tipe ini adalah berfokus pada kuliah dan mengerjakan tugas akademik di kos. Mahasiswa jenis ini tidak memerlukan laptop yang begitu bagus. Cukup dengan spesifikasi standar. Kenapa? Karena biasanya mahasiswa jenis ini hanya menggunakan laptop untuk mengerjakan tugas dan menyelinginya dengan menonton film, mendengarkan lagu, atau browsing. Tentunya tidak diperlukan spesifikasi turbo untuk hal tersebut.

Mahasiswa Kura-Kura

Tipe ini biasanya dibilang sebagai aktivis. Tentunya jenis laptop dari mahasiswa tipe ini sangat bergantung pada bagian apa dia bekerja. Diambil contoh apabila divisi acara, laptopnya tidak beda jauh dari tipe kupu-kupu. Karena yang mereka kerjakan tidak berbeda jauh dengan tugas kuliah. Mereka hanya memasukkan konsep ke dalam laptop. Lain halnya dengan divisi desain ataupun dokumentasi. Mereka memerlukan laptop dengan spesifikasi turbo agar mampu merender dengan cepat baik itu desain poster maupun videografi tertentu. Apalagi biasanya divisi ini dituntut untuk bekerja dengan cepat dan bahkan request dadakan, maka laptop dengan performa turbo sangat disarankan agar mereka tidak diamuk oleh divisi lain.

Mahasiswa Kuma-Kuma

Maksud main di tipe ini adalah bermain game. Yap, sebenarnya ini salah satu bagian dari kupu-kupu karena sama-sama langsung pulang habis kuliah. Mahasiswa tipe ini tentunya laptopnya malah mungkin harus lebih bagus daripada aktivis desain karena games di laptop memerlukan spesifikasi mumpuni agar mampu dijalankan dengan lancar. PES 2018 saja sebagai contoh memerlukan ram minimal 8 GB agar bisa berjalan dengan lancar. Belum lagi dengan games lain yang lebih mantap seperti GTA V. ini sebabnya tipe mahasiswa ini biasanya membeli bagian laptop tambahan untuk menunjang performa atau sekalian membeli laptop gaming.
Baca lanjutannya →

Widows : Film 'Janda'

Ketika iseng mencari trailer film terbaru, aku menemukan sebuah film berjudul "Widows". Banyak ekspektasi yang kutaruh ketika melihat aksi para widows di sini. Aku mengharapkan aksi-aksi wanita seperti Ocean's 8, apalagi para wanita di sini juga mencuri. Tapi...

Janda Kriminal

Kisah dibuka dengan keintiman Veronica (Viola Davis) dan Harry Rawlings (Liam Neeson). Latar berpindah-pindah dari kisah kasih suami istri dan cerita perampokan terakhir sang suami. Naas, komplotan ini kurang beruntung. Semuanya meninggal. Di tengah kondisi berduka Veronica, Jamal Manning (Brian Tyree Henry) datang untuk menagih utang. Sebelumnya diketahui bahwa yang dirampok adalah uang Jamal dan Jamal sedang bertarung dengan Jack Mulligan (Colin Farrell) dalam pemilihan walikota. Perlu diketahui bahwa keluarga Mulligan adalah penguasa tempat tersebut. Jamal datang ke tempat Veronica dan memaksa ia untuk mengembalikan hasil curian suami. Veronica mengambil buku agenda milik sang suami dan mengetahui tentang rencana perampokan selanjutnya. menggandeng para janda yang sekomplotan dengan sang suami, Veronica berniat untuk mengeksekusi rencana perampokan.
https://www.thewrap.com

Aksi, Rasis, atau Politik?

Di menit awal sudah dikisahkan tentang kematian para suami dari pemeran utama film ini. Kasihan para suami hanya diberikan porsi layar sedikit. Tapi seperti namanya, fokus film ini adalah para wanita. Keintiman Veronica (Viola Davis) dan Harry Rawlings (Liam Neeson) sangat terlihat. Sepertinya memang cuma mereka berdua pasangan yang rukun karena walaupun cerita kasih lain juga diperlihatkan, tidak ada yang seintim pasangan itu.

Yakin ini Crime?

Sikap bos seorang Veronica sangat terasa di sini. Ia terlihat hanya terus merenung memikirkan sang suami sambil menyuruh janda yang lain beraksi. Memang dia selalu ada ketika yang lain membutuhkan dan sang pengatur strategi, tapi tetap saja, dia sangat bossy. Satu dari kategori film ini adalah crime, memang bukan aksi sehingga ekspektasi seperti Ocean's 8 tidak tercapai. Tapi masalah kejahatan, apa pengukurannya? Apakah karena mereka melakukan perampokan, itu merupakan kejahatan? Ya, tidak salah memang. Atau apakah karena ada 'kejahatan politik'?
https://nothingbutgeek.com

Rasis dalam Politik

Aura rasis sangat terasa di sini. Baik dari sisi pasangan Rawlings atau politik dalam pemilihan walikota. Tapi berbagai masalah tersebut seakan diselesaikan begitu saja. Ini seperti penyelesaian penyakit kepribadian Keira, bahkan ini lebih tidak jelas. Rasis disini sebenarnya tidak hanya soal warna kulit, feminisme juga disinggung walaupun tidak terlalu kentara.

Selesai

Di tengah film, ada sebuah kejutan yang sepertinya sudah sering menjadi bumbu Hollywood. Setelah itu, kejadian demi kejadian terjadi. Sempat berpikir akan banyak aksi dari komplotan istri perampok setelah kematian para suami dijelaskan di awal-awal. Sayangnya, masalah malah melebar ke politik. Dan tiba-tiba, satu demi satu masalah terselesaikan begitu saja. Lalu... Veronica mengakhiri kisah.
Entah film ini bagus atau tidak, tapi setelah dibuat lelah tertawa oleh Once Cut of the Dead hari sebelumnya, ekspektasi aksi yang mencengangkan dari film ini tidak memuaskanku. Sebenarnya, film ini lumayan dalam menampilkan konflik rasis dan dinasti tapi... silahkan tonton dan nilai sendiri.
Baca lanjutannya →

One Cut of The Dead : Film Komedi Berbau Zombie

Kalau ditanya soal film zombie, pasti banyak yang mengingat tentang Train to Busan. Membludaknya pecinta korea baik yang setia maupun karbitan membuat apapun yang berbau negeri ginseng tersebut cepat merebak, termasuk salah satunya film tersebut. Memang film tersebut bagus, tapi banyaknya orang yang merasa tertarik karena asal filmnya yang membuatnya menjadi makin cepat dikenal luas. Bagi yang ingin referensi film zombie dengan nuansa berbeda, Shinichiro Ueda menawarkan sebuah 'tayangan' berjudul One Cut of the Dead.

Film ini merupakan sebuah horor komedi dengan bumbu kekeluargaan. Sebelum menceritakan tentang sinopsis, aku merasa semakin sedikit yang kalian tau mengenai ceritanya, semakin bagus. Kenapa? Karena film ini memiliki banyak kejutan di dalamnya.

Apa itu One Cut of The Dead?

Seperti judulnya, film ini menawarkan sebuah tayangan one cut atau one take. Ini artinya kamera akan terus merekam semua kejadian tanpa ada jeda. Sudut pandang pun akan tetap ada di satu kamera tanpa berpindah. Kalau ada yang pernah menonton film Keramat, kurang lebih film ini akan seperti itu.
Resensi Film One Cut of The Dead
https://www.imdb.com

Ceritanya adalah...

Terdapat seorang sutradara bernama Higurashi (Takayuki Hamatsu) yang ingin membuat film tentang zombie. Ketidakpuasan terhadap akting para pemain membuatnya melakukan ritual pemanggilan zombie sungguhan. Akhirnya, tempat syuting dihantui oleh para zombie dan pemain harus menyelamatkan diri (sambil tetap syuting).

Kesan Pesan

Ceritanya cukup sampai situ saja, sisanya silahkan nanti kalian tonton sendiri. Aku tidak mau mengurangi sensasi menonton dengan membocorkan terlalu banyak plot.

Gak serem sama sekali

Bagi yang ingin menyaksikan sensasi mengerikan seperti Train to Busan, silahkan buang ekspektasi kalian jauh-jauh. Bagi yang penakut tapi mau mencoba menonton film zombie, silahkan membuka mata sepanjang film. Tidak ada jumpsacere yang membuat jantungan. Percayalah, karena aku juga penakut dan berhasil membuka mata lebar-lebar sepanjang film.

Tapi, peringatan bagi yang takut dengan darah yang terlalu banyak atau potongan tubuh, ada beberapa adegan yang agak menjijikan. Kalau yang pernah nonton Marlina : Si Pembunuh Empat Babak, ada adegan yang berhubungan dengan kepala juga di sini. Ada juga adegan di hutan pada film Hangout karya Raditya Dika
Review Film One Cut of The Dead

Siap-Siap Ketawa

Sekali lagi tenang. Adegan pada paragraf sebelumnya itu hanya sedikit dan dijamin tidak akan membuat kalian mimpi buruk. Sebagai horor komedi, sepanjang film gelak tawa selalu memenuhi studio. Tidak ada adegan seram yang sampai membuat bulu kuduk berdiri. Malahan yang terjadi kalian akan lelah tertawa karena memang film ini sangat lucu (atau receh?).

Low Budget Banget

Kalau kalian merasa sebagai filmmaker, percayalah, film kalian seharusnya juga bisa tembus bioskop setelah melihat One Cut of the Dead. Kamera goyang dan layar blurry adalah dua dari bukti seberapa low budget tayangan ini.

Ada Pesan Kekeluargaan

Sebenarnya ini adalah bagian yang harus ditutup rapat-rapat. Selain menyajikan zombie dan komedi, pesan ini menghidangkan pesan kekeluargaan baik dalam arti keluarga yang sebenarnya atau keluarga dalam arti sebuah suasana. 

Siap-Siap dengan Kejutan

Kalau di film Wreck It Ralph : Breaks The Internet, banyak referensi familiar yang bisa kita lihat sepanjang film. Di sini, akan tercipta banyak kejutan yang tidak disangka-sangka. Hal-hal janggal sepanjang film akan terjawab, bahkan kejadian yang mengundang tawa akan mengundang tawa (lagi) ketika tau penyebab sebenarnya.

Harus Ditonton

Terima kasih Moxienation!
Walaupun berfokus pada unsur zombie, film ini bukan diperuntukkan bagi kalian yang ingin memacu adrenalin. Sebagai horor komedi, One Cut of the Dead tidak akan menguras tenaga apalagi memacu jantung kalian, tapi akan mengisi ulang energi. Sekalipun lelah, kalian akan merasakan itu karena terlalu sering ketawa. 

Jadi, siapapun kalian. Mulai tanggal 28 November 2018, One Cut of the Dead siap anda tertawakan di bioskop!

Baca lanjutannya →
IBX59EADF1D9DDBB

Award

Blogger Energy
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Ikuti lewat Email

Yang Mau Kontak-Kontakan

Nama

Email *

Pesan *